Joe Biden: Laporan Intelijen Prediksi Taliban Menang Atas Afghanistan Akhir 2021

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan kepada personel Angkatan Udara AS dan keluarga mereka yang ditempatkan di RAF Mildenhall, menjelang KTT G7, dekat Mildenhall, Inggris, 9 Juni 2021. [REUTERS/Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan kepada personel Angkatan Udara AS dan keluarga mereka yang ditempatkan di RAF Mildenhall, menjelang KTT G7, dekat Mildenhall, Inggris, 9 Juni 2021. [REUTERS/Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden mengakui bahwa dirinya sudah pernah menerima laporan intelijen soal potensi Taliban mengambil alih Afghanistan. Namun, dalam laporan intelijen tersebut, tak ada konsensus yang secara tegas menyatakan Taliban akan berhasil mengambil alih Afghanistan dengan cepat dan mudah.

    Dalam laporan intelijen, kata Joe Biden, diestimasikan bahwa paling cepat Taliban mengambil alih Afghanistan adalah di akhir tahun, setelah penarikan pasukan Amerika usai. Namun, Joe Biden mengatakan hal itu diprediksi intelijen akan terjadi apabila 300 ribu tentara Afghanistan tidak melakukan perlawanan sama sekali. Faktanya, tentara Afghanistan melakukan perlawanan dan Taliban malah menang lebih cepat.

    "Jika kalian mengecek kembali laporan intelijen, tak ada konsensus di situ. Mereka (dari komunitas intelijen) mengatakan paling mungkin hal itu (Taliban mengambil alih Afghanistan) terjadi sekitar akhir tahun," ujar Joe Biden, dikutip dari CNN, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Joe Biden melanjutkan, tak ada satupun di timnya yang mengira Taliban akan menang cepat. Mereka menyakini Afghanistan mampu memberikan perlawanan berarti, mencegah Taliban kembali mengambil alih pemerintahan. Kenyataan di lapangan menunjukkan Taliban jauh lebih siap meski 20 tahun tersingkirkan.

    Sebagai catatan, Joe Biden pernah dengan pede menyatakan di bulan Juni bahwa kecil kemungkinan Taliban menang melawan pasukan Afghanistan yang sudah dilatih Amerika selama bertahun-tahun.

    "Tidak ada yang mengantisipasi 300 ribu tentara yang kami latih dan persenjatai akan kolaps ataupun menyerah," ujar Joe Biden.

    Menanggapi situasi di Afghanistan saat ini, Joe Biden menegaskan bahwa pihaknya berupaya menyelamatkan sebanyak mungkin orang, terutama warga negara Amerika. Bahkan, jika perlu, dirinya akan memperpanjang durasi keberadaan tentara Amerika di Afghanistan untuk memastikan evakuasi berjalan lancar.

    Berdasarkan info dari Kementerian Pertahanan Amerika, ada 4500 personil Militer Amerika yang bertugas di Afghanistan saat ini. Sebagian dari mereka sudah sibuk mengevakuasi warga sejak Ahad kemarin. Adapun jumlah warga yang berhasil dievakuasi per berita ini ditulis adalah 8000 orang.

    Baca juga: Joe Biden: Keberadaan Tentara Amerika di Afghanistan Bisa Diperpanjang

    ISTMAN MP | CNN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.