Petinggi Taliban Ungkap Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara Demokrasi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Waheedullah Hashimi (tengah), seorang komandan senior Taliban, saat dia berbicara dengan Reuters selama wawancara di sebuah lokasi yang dirahasiakan di dekat perbatasan Afganistan-Pakistan 17 Agustus 2021. [REUTERS/Stringer]

    Waheedullah Hashimi (tengah), seorang komandan senior Taliban, saat dia berbicara dengan Reuters selama wawancara di sebuah lokasi yang dirahasiakan di dekat perbatasan Afganistan-Pakistan 17 Agustus 2021. [REUTERS/Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota senior Taliban mengatakan Afganistan tidak akan menjadi negara demokrasi dan kepemimpinan negara akan dijalankan oleh semacam dewan.

    Afganistan mungkin diperintah oleh dewan yang berkuasa sekarang setelah Taliban mengambil alih, sementara pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, kemungkinan akan tetap bertanggung jawab secara keseluruhan, kata seorang anggota senior Taliban, Waheedullah Hashimi, yang memiliki akses ke pengambilan keputusan kelompok itu, dilaporkan Reuters, 18 Agustus 2021.

    Struktur kekuasaan yang digariskan Hashimi akan memiliki kesamaan dengan bagaimana Afganistan dijalankan terakhir kali Taliban berkuasa dari tahun 1996 hingga 2001. Kemudian, pemimpin tertinggi Mullah Omar tetap berada dalam peran bayangan dan akan berperan dalam dewan.

    Akhundzada kemungkinan akan memainkan peran di atas kepala dewan, yang akan mirip dengan presiden negara itu, kata Hashimi.

    "Mungkin wakilnya (Akhundzada) akan berperan sebagai 'presiden'," kata Hashimi, berbicara dalam bahasa Inggris kepada Reuters.

    Waheedullah Hashimi, seorang komandan senior Taliban, berhenti sejenak saat berbicara dengan Reuters selama wawancara di sebuah lokasi yang dirahasiakan dekat perbatasan Afganistan-Pakistan 17 Agustus 2021. [REUTERS/Stringer]

    Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil: Mawlavi Yaqoob, putra Mullah Omar; Sirajuddin Haqqani, pemimpin jaringan militan kuat Haqqani; dan Abdul Ghani Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban di Doha dan merupakan salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.

    Banyak masalah tentang bagaimana Taliban akan menjalankan Afganistan belum diselesaikan, kata Hashimi, tetapi Afganistan tidak akan menjadi negara demokrasi.

    "Tidak akan ada sistem demokrasi sama sekali karena tidak memiliki basis di negara kita," katanya dalam wawancara dengan Reuters.

    "Kami tidak akan membahas sistem politik seperti apa yang harus kami terapkan di Afganistan karena sudah jelas. Ini hukum syariah dan itu saja," katanya.

    Hashimi mengatakan dia akan bergabung dengan pertemuan kepemimpinan Taliban yang akan membahas masalah pemerintahan akhir pekan ini.

    Baca juga: Taliban Berkuasa di Afghanistan, Ini Lima Orang Pentolannya

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.