Panglima Militer Inggris: Beri Taliban Kesempatan Membuktikan Diri

Milisi Taliban memasuki istana kepresidenan Afganistan beberapa jam setelah Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu, 15 Agustus 2021, dalam tangkapan gambar dari Al Jazeera TV.[Al Jazeera]

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Militer Inggris, Nick Carter, optimistis bahwa Taliban sekarang berbeda dengan Taliban yang dulu. Bahkan, ia beranggapan komunitas internasional perlu memberi ruang dan kesempatan pada Taliban untuk membuktikan bahwa mereka sudah berubah, lebih masuk akal.

"Kita harus bersabar, menahan diri, dan memberi Taliban ruang untuk membentuk pemerintahan yang baru dan menunjukkan kualitasnya. Taliban sekarang bisa jadi berbeda dengan Taliban 90an yang kita kenal," ujar Carter, dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 18 Agustus 2021.

Carter juga mengingat bahwa Taliban bukanlah kelompok pemberontak yang homogen. Mereka adalah gabungan dari beberapa kelompok yang tersebar di seluruh penjuru Afghanistan. Oleh karenanya, bisa saja susunan dalamnya telah berubah seiring berjalannya waktu.

Mereka yang mengisi Taliban, kata Carter, kebanyakan adalah pemuda daerah yang mereka sebut sebagai "Pashtunwali". Carter berkata, mereka menerapkan ajaran hidup yang dibangun oleh orang-orang Pashtun.

"Taliban bisa jadi lebih masuk akal sekarang, tidak serepresif dulu. Jika kamu lihat, mereka sekarang memimpin Kabul ada indikasi mereka lebih logis dalam memimpin," ujar Carter.

Kebanyakan orang berbeda pandangan dengan Carter. Mantan veteran Inggris yang sempat bertugas di Afghanistan dan sekarang menjadi penasihat NATO, Charlie Herbert, memperingatkan komunitas internasional untuk tidak tertipu janji-janji manis Taliban.

Diberitakan sebelumnya, Taliban berjanji akan menghargai hak asasi manusia warga lokal dan tidak memberangus kebebasan berpendapat. Mereka juga akan mengakui hak-hak perempuan. Bahkan, Taliban menyatakan siap membuka komunikasi diplomatik dengan berbagai negara untuk memperbaiki hubungan dan diakui secara internasional.

"Warga jangan tertipu oleh janji-janji manis itu. Taliban membutuhkan pengakuan internasional. Mereka sudah mengambil alih pemerintahan dengan kekerasan dan sekarang mereka membutuhkan pengakuan dari Cina, Rusia, dan Barat. Jadi, tentu saja mereka akan berkata-kata manis sekarang,"

"Mereka sekarang sedang menunggu waktu yang tepat di mana semua pasukan internasional dan jurnalis meninggalkan Afghanistan. Setelah itu, pertumpahan darah akan terjadi lagi," ujar Herbert soal Taliban.

Baca juga: Inggris Evakuasi Warganya dari Afganistan

ISTMAN MP | REUTERS







Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

3 jam lalu

Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

Inggris tidak meminta masyarakatnya untuk menggunakan lebih sedikit energi karena yakin bahwa mereka memiliki pasokan yang sangat kuat dan beragam.


Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

2 hari lalu

Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan krisis di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global.


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

3 hari lalu

4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia, untuk mencintai, menghargai, dan menghormati seluruh spesies hewan. Begini asal usulnya.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

3 hari lalu

Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

Inggris memiliki ketahanan strategis untuk mendukung Ukraina sampai perang dengan Rusia dimenangkan


Korban Tewas Bom Sekolah Afghanistan Naik Menjadi 43 Orang, Mayoritas Siswa Perempuan

4 hari lalu

Korban Tewas Bom Sekolah Afghanistan Naik Menjadi 43 Orang, Mayoritas Siswa Perempuan

Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di sebuah sekolah di ibu kota Afghanistan pekan lalu telah meningkat menjadi sedikitnya 43 orang


Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

4 hari lalu

Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

Eropa dihantui wabah sifilis sehingga membuat bintang film dewasa berhenti bekerja. Mereka menuntut dibentuknya serikat pekerja bintang film panas. .


Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

5 hari lalu

Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

Sumber di Kerajaan Inggris menyebut Raja Charles III bakal absen dari United Nations COP27 summit, namun hal ini belum dikonfirmasi Kerajaan.


Hasil Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Inggris

5 hari lalu

Hasil Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Inggris

Timnas sepak bola amputasi Indonesia menelan kekalahan kedua di Piala Dunia Amputasi 2022.