Mantan Deputi Muhyiddin Yassin Menjadi Kandidat PM Malaysia Baru

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob. Kredit: ANTARA Foto/FB

    Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob. Kredit: ANTARA Foto/FB

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Deputi PM Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, berpotensi menjadi pengganti Muhyiddin Yassin. Dikutip dari kantor berita Reuters, ia menjadi kandidat utama PM berikutnya menjelang penyerahan nama, oleh Parlemen ke Raja Malaysia, pada Rabu sore nanti, pukul 16.00 waktu setempat.

    PM Malaysia sebelumnya, Muhyiddin Yassin, mengundurkan diri pada Senin kemarin usai menerima tekanan dari oposisi dan koalisinya sendiri selama beberapa pekan terakhir. Ia dianggap telah melangkahi Raja Malaysia ketika memutuskan untuk mengakhiri status darurat nasional COVID-19.

    Awalnya, Muhyiddin Yassin berkeyakinan dirinya akan bisa bertahan. Ia mengklaim masih memiliki dukungan cukup di parlemen untuk selamat dari upaya pemakzulan. Namun, realita berkata beda. Beberapa pendukung Muhyiddin Yassin menarik diri, salah satunya UMNO. Hal itu membuat pemakzulan jadi tak terhindarkan.

    "Barisan Nasional (koalisi partai terbesar di Malaysia) mengajukan nama Ismail Sabri Yaakob sebagai pilihannya," sebagaiman dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Rabu, 18 Agustus 2021.

    PM Malaysia Muhyiddin Yassin tiba di Istana Nasional untuk pertemuan dengan raja, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, 16 Agustus 2021. Raja Malaysia Tengku Abdullah menunjuk Muhyiddin sebagai PM interim sampai penggantinya terpilih. REUTERS/Lim Huey Teng

    Ismail Sabri Yaakob berpotensi untuk mendapat dukungan lebih dari separuh anggota Parlemen Malaysia yang berjumlah 222 orang. Hal itu apbila anggota Barisan Nasional benar-benar solid. Di dalam Barisan Nasional ada UMNO, Islamist PAS, dan juga Bersatu di mana merupakan partai pendukung Muhyiddin Yasin.

    Adapun Yaakob adalah anggota dari UMNO. Ia merupakan anggota senior di sana. Selama bekerja untuk Muhyiddin Yasin, Yaakob berperan besar mengawal pengendalian pandemi COVID-19. Ia sendiri dipromosikan ke posisi deputi PM pada Juli lalu yang diyakini berbagai pihak sebagai upaya Muhyiddin Yasin menjaga loyalitas UMNO.

    Uniknya, Yaakob lebih banyak mendukung Muhyiddin Yassin di masa-masa terakhirnya memimpin. Ia berseberangan dengan UMNO ketika organisasi politik itu memilih untuk menarik dukungan dari Muhyiddin. Belum diketahui kenapa UMNO memilih untuk tetap mendukung Yaakob.

    Menanggapi kabar Yaakob menjadi kandidat PM yang baru, partai oposisi Pejuang mengatakan akan mendukung kandidat siapapun selama tidak berasal dari "kluster pengadilan". Lebih jelasnya, mereka tidak ingin calon dengan rekam jejak kriminal. Hal ini menyindir UMNO yang salah satu pejabatnya, mantan PM Najib Razak, ditangkap karena skandal korupsi.

    "Pilihan utama kami adalah Anwar Ibrahim dan Mohamad Shafie Apdal. Namun, kami terbuka untuk mendukung Ismail Sabri Yaakob juga," ujar Presiden Pejuang dan juga anak Mahathir Mohamad, Mukhriz Mahathir, soal pemilihan PM Malaysia.

    Baca juga: Raja Malaysia Mencari Pengganti Muhyiddin Yassin

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.