Mengapa Presiden Afganistan Ashraf Ghani Kabur Ke Tajikistan?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • File foto Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani di Kabul, Afghanistan, 22 Septermber 2014. Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan bersama istrinya, pengawal pribadi presiden, kepala staf dan penasihat keamanan nasional. REUTERS/Stringer/File Photo

    File foto Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani di Kabul, Afghanistan, 22 Septermber 2014. Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan bersama istrinya, pengawal pribadi presiden, kepala staf dan penasihat keamanan nasional. REUTERS/Stringer/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, diberitakan kabur ke Tajikistan pada Ahad, 15 Agustus 2021, setelah gerilyawan Taliban mengepung Ibu Kota Kabul dan mendudukinya. Tidak ada yang menyangka ia akan keluar dari Afganistan, bahkan Taliban dan orang-orang terdekatnya sekalipun. Mereka mengira Ghani akan melakukan perlawanan di saat-saat terakhir.

    Dilansir dari laman notafra.id, Tajikistan adalah sebuah negara yang terkurung daratan di benua Asia bagian Tengah. Negara yang secara astronomisnya terletak diantara 36°-41° LU dan 67°-75°BT ini berbatasan dengan Cina (Tiongkok) di sebelah timur, Uzbekistan di sebelah barat, Afganistan di sebelah selatan dan berbatasan dengan Kirgizstan di utara. Sekitar 50 persen wilayah Tajikistan adalah daratan yang berketinggian di atas 3000 meter diatas permukaan laut. Ibukota Tajikistan adalah kota Dushanbe.

    Wilayah Tajikistan pertama kali dibentuk oleh Uzbekistan pada tahun 1924. Namun pada tahun 1929, Uni Soviet menetapkan Tajikistan sebagai sebuah republik yang terpisah dari Uzbekistan dengan sebutan Republik Sosialis Soviet Tajikistan. Tajikistan memperoleh kedaulatannya yang utuh pada 9 September 1991 setelah pembubaran Uni Soviet.

    Luas wilayah Negara Tajikistan adalah sebesar 144.100km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 8.604.882 jiwa. Mayoritas penduduknya adalah etnis Tajik yaitu sebanyak 84,3 persen dan etnis Uzbek sebanyak 13,8 persen dari total keseluruhan penduduk Tajikistan. Sekitar 98 persen penduduk Tajikistan adalah pemeluk agama Islam. Bahasa resmi Tajikistan adalah bahasa Tajik.

    Di bidang Politik, Tajikistan menganut sistem pemerintahan Republik Presidensial yang kepala negaranya adalah seorang Presiden yang dipilih langsung dengan suara mayoritas. Presiden Tajikistan juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tertinggi Tajikistan. Tajikistan juga memiliki jabatan Perdana Menteri yang bertugas sebagai Kepala Pemerintahan. Namun Perdana Menteri Tajikistan dipilih dan ditunjuk langsung oleh Presiden.

    Di bidang perekonomian, Tajikistan merupakan salah satu negara pegunungan yang miskin dengan ekonominya didominasi oleh ekstraksi mineral, pemrosesan logam, pertanian dan ketergantungan pada pengiriman uang dari warga yang bekerja di luar negeri. Sumber daya mineral yang dimiliki Tajikistan diantaranya seperti perak, emas, uranium, antimon, tungsten dan batubara. Namun kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh perang saudara di tahun 1992-1997 menyebabkan penurunan tajam dalam produksi industri dan pertanian.

    Dalam sektor pertanian, kapas merupakan komoditas utamanya. Namun hanya sekitar 7 persen lahan saja yang dapat ditanami kapas. Tajikistan mengimpor sekitar 70% makanannya dari luar negeri. Pendapatan Domestik Bruto atau PDB Tajikistan adalah sebesar US$28,43 miliar dengan Pendapatan Per Kapita sebesar US$3.200.

    Di bidang luar negeri, Tajikistan bergabung menjadi anggota PBB pada 02 Maret 1992. Tajikistan juga merupakan negara anggota lembaga-lembaga internasional yang berada di bawah PBB seperti FAO, IAEA, ICAO, IFAD, ILO, IMF, ITU, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WHO, WIPO, WMO dan WTO. Selain itu, Tajikistan juga negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

    Ghani menyatakan alasan dia pergi dari Afganistan sebagai upaya menghindari pertempuran dengan Taliban yang bisa membahayakan jutaan penduduk di Ibu Kota Kabul. ilansir Reuters, Ghani menuliskan hal itu dalam unggahan di media sosial Facebook. "Saya memilih untuk pergi demi menghindari pertumpahan darah," tulis Ghani.

    Sampai saat ini tak diketahui secara pasti keberadaan Presiden Afganistan itu, namun Ashraf Ghani dilaporkan kabur ke Tajikistan. Dan, pasukan Taliban terus memburunya. Di Tajikistan terdapat pangkalan militer milik Rusia, yang pernah menjadi pusat komando operasi penyerbuan Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 sampai 1989 silam.

    NAUFAL RIDHWAN ALY 

    Baca: Warga Afghanistan Kecewa Presiden Ashraf Ghani Kabur dari Taliban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.