Rusia Anggap Kabul Terlihat Lebih Aman di Tangan Taliban Daripada Afghanistan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah milisi Taliban berjaga di luar bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afganistan, 16 Agustus 2021. Puluhan ribu warga Afganistan yang pernah bekerja dengan pemerintahan negara asing dikhawatirkan terancam bahaya saat Taliban menguasai Kabul. REUTERS

    Sejumlah milisi Taliban berjaga di luar bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afganistan, 16 Agustus 2021. Puluhan ribu warga Afganistan yang pernah bekerja dengan pemerintahan negara asing dikhawatirkan terancam bahaya saat Taliban menguasai Kabul. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Afghanistan, Dmitry Zhirnov, memuji keberhasilan Taliban mengambil alih Kabul pada Senin kemarin. Bahkan, menurut Zhirnov, Taliban membuat Kabul terlihat lebih aman dibanding di bawah pemerintahan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Uniknya, di Rusia, Taliban masih tercatat sebagai organisasi teroris.

    Pernyataan Zhirnov secara tidak langsung menggambarkan upaya Rusia untuk memperkuat pengaruhnya di Afghanistan, tak terkecuali dengan Taliban. Walau begitu, Rusia berupaya menjaga jarak dengan Taliban dengan tidak/ belum mengakuinya sebagai pemerintah Afghanistan yang baru.

    "Pendekatan mereka bagus, positif, dan berorientasi bisnis. Situasinya damai, segalanya sudah mereda di kota Kabul. Kabul di bawah Taliban lebih baik dibanding di bawah Presiden Ashraf Ghani," ujar Zhirnov, dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 17 Agustus 2021.

    Zhirnov berkata, di masa Ghani, ia merasakan pemerintahan berjalan kacau, apalagi ketika invasi Taliban kian dekat. Di momen itu, kata ia, Kabul terasa kacau dengan tidak jelasnya rantai komando, kekosongan kekuasaan, dan penjarah turun ke jalan. Ia tak heran administrasi Ghani jatuh begitu cepat hingga memaksanya untuk kabur.

    Anggota Taliban memberi memeriksa kendaraan di sebuah jalan di Kabul, Afganistan, 16 Agustus 2021. Taliban diberitakan berjaga di sekitar bandara Internasional Hamid Karzai. REUTERS/Stringer

    "Rezim sebelumnya runtuh seperti susunan kartu," ujar Zhirnov.

    Zhirnov melanjutkan bahwa ia akan bertemu dengan perwakilan Taliban dalam waktu dekat. Pertemuan itu ia klaim berkaitan dengan keamanan di kompleks kedutaan besar yang menampung 100 orang staff. Jika tak ada halangan, pertemuan digelar Selasa ini.

    Taliban, kata Zhirnov, sudah berjanji bahwa mereka tidak akan mengincar ataupun membahayakan diplomat-diplomat Rusia. Menurutnya, hal itu menegaskan betapa paranoid-nya negara-negara Barat yang menganggap keselamatan mereka terancam oleh Taliban.

    Secara terpisah, utusan khusus Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyatakan investasi Presiden Vladimir Putin untuk membangun hubungan dengan Taliban akhirnya terbayarkan. Kabulov berkata, Putin menyakini Taliban akan berperan besar dalam menentukan masa depan Afghanistan.

    "Kami sudah melihat bahwa Taliban pada akhirnya akan berkuasa dan berperan dalam menentukan masa depan Afghanistan. Tidak sia-sia kami membangun komunikasi dengan Taliban selama tujuh tahun terakhir," ujar Kabulov.

    Baca juga: Joe Biden Salahkan Afghanistan dan Trump Soal Kemenangan Taliban

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.