Malala Minta Joe Biden Berani Selamatkan Rakyat Afghanistan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malala Yousafzai, penerima Nobel perdamaian, saat pertemuan dengan remaja perempuan Complexo da Penha yang bekerja pada organisasi sepak bola Street Child United di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, 11 Juli 2018. REUTERS/Ricardo Moraes

    Malala Yousafzai, penerima Nobel perdamaian, saat pertemuan dengan remaja perempuan Complexo da Penha yang bekerja pada organisasi sepak bola Street Child United di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, 11 Juli 2018. REUTERS/Ricardo Moraes

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai angkat suara ihwal kemenangan Taliban di Afghanistan. Dia mengatakan sangat prihatin dengan situasi di Afghanistan, terutama keselamatan perempuan dan anak perempuan. Dia menyerukan para pemimpin dunia segera mengambil tindakan.

    Dalam wawancara khusus dengan BBC seperti dilansir dari Reuters, Malala juga meminta Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengambil langkah berani. Menurut Malala, Biden memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk melindungi rakyat Afghanistan.

    Selain Joe Biden, Malala menambahkan bahwa dia telah berusaha menjangkau beberapa pemimpin global. "Ini sebenarnya adalah krisis kemanusiaan yang mendesak sehingga kami perlu memberikan bantuan dan dukungan," kata Malala.

    Malala yang kini berusia 23 tahun, selamat setelah ditembak di kepala oleh pria bersenjata anggota Taliban pada 2012. Dia menjadi sasaran kekerasan setelah melakukan kampanye melawan larangan perempuan untuk mendapatkan akses pendidikan.

    Saat itu ia baru berusia 11 tahun dan menulis blog dengan nama pena untuk BBC tentang hidup di bawah kekuasaan Taliban Pakistan.

    "Saya sangat prihatin dengan situasi di Afghanistan saat ini, terutama tentang keselamatan perempuan dan anak perempuan di sana," kata Malala.

    "Saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan beberapa aktivis di Afghanistan, termasuk aktivis hak-hak perempuan. Mereka berbagi keprihatinan bahwa tidak yakin seperti apa hidup nantinya."

    Malala mengatakan dia telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Ia meminta Imran Khan menerima pengungsi Afghanistan dan memastikan bahwa semua anak-anak pengungsi memiliki akses ke pendidikan, memiliki akses ke keselamatan dan perlindungan, bahwa masa depan mereka tidak hilang.

    Malala sebelumnya adalah warga negara Pakistan. Ia pindah ke Inggris setelah ditembak oleh Taliban Pakistan dan mendapat perawatan medis di sana. Tahun lalu, Malala lulus dari Universitas Oxford dengan gelar filsafat, politik dan ekonomi.

    Baca: Tokoh Agama Pakistan Ancam Bakal Bunuh Malala Yousafzai 

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.