60 Negara Minta Warga Lokal dan Internasional Diizinkan Meninggalkan Afghanistan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan Taliban mengibarkan bendera Taliban di belakang truk pickup yang melewati jalan ramai di daerah Pashtunistan Square di Jalalabad, Afghanistan dalam gambar diam yang diambil dari video media sosial yang diunggah pada 15 Agustus 2021. [Situs web media sosial/via REUTERS]

    Militan Taliban mengibarkan bendera Taliban di belakang truk pickup yang melewati jalan ramai di daerah Pashtunistan Square di Jalalabad, Afghanistan dalam gambar diam yang diambil dari video media sosial yang diunggah pada 15 Agustus 2021. [Situs web media sosial/via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 60 negara mengeluarkan pernyataan bersama meminta Taliban untuk mengizinkan warga lokal maupun internasional meninggalkan Afghanistan. Hal tersebut menyusul jatuhnya ibu kota Afghanistan, Kabul, ke tangan Taliban yang sekaligus mengakhiri perang di antara kedua kubu.

    Beberapa negara yang menandatangani pernyataan bersama tersebut adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Inggris. Selain meminta warga lokal dan internasional diperbolehkan meninggalkan Afghanistan, mereka juga meminta bandara tetap dibuka.

    "Mereka yang sekarang berwenang atas Afghanistan memiliki tanggung jawab untuk melindungi nyawa serta properti yang berada di sana. Mereka juga bertanggung jawab segera memulihkan keamanan dan ketertiban," ujar bunyi pernyataan bersama ke-60 negara, dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 16 Agustus 2021.

    Ke-60 negara melanjutkan bahwa warga Afghanistan berhak untuk hidup damai, aman, dan bermartabat. Oleh karenanya, ke-60 siaga memberikan bantuan ketika memungkinkan dan dibutuhkan.

    Per berita ini ditulis, belum diketahui apakah Indonesia masuk ke dalam daftar 60 negara tersebut.

    Sementara itu, dari pihak Taliban, mereka berjanji akan menjaga keselamatan penduduk lokal, internasional, maupun diplomat di Afghanistan. Mereka bahkan mengklaim akan membuka jalur komunikasi diplomatik dengan berbabai negara dalam waktu dekat.

    Juru bicara Taliban, Mohammad Naeem, menyatakan pihaknya siap melakukan hal-hal tersebut karena mereka ingin pemerintahan Taliban diakui. Jika dirasa perlu melakukan negosiasi damai, Naaem mengatakan Taliban pun bersedia melakukannya karena tujuan utama mereka sudah tercapai, kuasa atas Afghanistan.

    "Kami meminta semua negara dan entitas untuk duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan di antara kita."

    "Kami sudah mencapai apa yang kami inginkan, yaitu kemerdekaan Afghanistan dan kemerdekaan warga kami. Kami tidak akan mengizinkan siapapun menduduki wilayah kami untuk mengincar siapapun. Kami juga tidak ingin menyakiti siapapun," ujar Naeem tak lama setelah Taliban berhasil mengambil alih Kabul

    Baca juga: Taliban Masuk Kabul, Presiden Ashraf Ghani Tinggalkan Afganistan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.