Afghanistan di Ambang Perang Saudara, PBB Minta Taliban Hentikan Serangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Humvee milik Pasukan Khusus Afghanistan hancur dalam bentrokan hebat dengan militan Taliban selama misi penyelamatan seorang petugas polisi yang terkepung di sebuah pos pemeriksaan, di provinsi Kandahar, Afghanistan, 13 Juli 2021. Konvoi pasukan khusus Afghanistan diserang oleh militan Taliban di provinsi selatan Kandahar. REUTERS/Danish Siddiqui

    Humvee milik Pasukan Khusus Afghanistan hancur dalam bentrokan hebat dengan militan Taliban selama misi penyelamatan seorang petugas polisi yang terkepung di sebuah pos pemeriksaan, di provinsi Kandahar, Afghanistan, 13 Juli 2021. Konvoi pasukan khusus Afghanistan diserang oleh militan Taliban di provinsi selatan Kandahar. REUTERS/Danish Siddiqui

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa PBB Antonio Guterres meminta Taliban segera menghentikan serangan di Afghanistan. Ia memperingatkan bahwa Afghanistan di ambang perang saudara.

    "Ini adalah saat untuk menghentikan serangan dan memulai negosiasi serius. Ini adalah momen untuk menghindari perang saudara yang berkepanjangan atau isolasi Afghanistan," kata Guterres kepada wartawan di New York, Mumat, 13 Agustus 2021.

    Gerilyawan Taliban telah merebut kota-kota terbesar kedua dan ketiga di Afghanistan ketika pasukan pemerintah runtuh. Taliban juga kian dekat ke ibu kota negara, Kabul.

    Guterres meminta semua pihak berbuat banyak untuk melindungi warga sipil. Dia mengatakan sangat terganggu oleh indikasi awal bahwa Taliban memberlakukan pembatasan ketat terhadap hak asasi manusia di daerah yang dikuasai terutama yang menargetkan perempuan dan jurnalis.

    "Sangat mengerikan dan memilukan melihat laporan tentang hak-hak gadis dan wanita Afghanistan yang diperoleh dengan susah payah direnggut," katanya.

    Di bawah pemerintahan Taliban antara tahun 1996 dan 2001, perempuan tidak bisa bekerja, anak perempuan tidak diizinkan bersekolah dan perempuan harus menutupi wajah mereka atau ditemani kerabat laki-laki jika mereka ingin keluar dari rumah.

    PBB sedang mengevaluasi situasi keamanan di Afghanistan dari jam ke jam. Selain itu PBB memindahkan beberapa staf ke ibu kota Kabul meski belum namun belum mengevakuasi stafnya. PBB memiliki 3.000 staf nasional dan 300 staf internasional di Afghanistan.

    Sejumlah negara telah menutup kedutaan besarnya dan mengevakuasi staf mereka.
    Amerika Serikat mengirim sekitar 3.000 tentara tambahan untuk membantu mengevakuasi staf dan wargan negaranya dari Afghanistan.

    Staf kedutaan dan Inggris mengerahkan sekitar 600 tentara untuk membantu warganya pergi dari Afghanistan. Kedutaan besar lainnya, termasuk Belanda, Jerman dan Norwegia juga sudah memindahkan staf mereka di sana.

    Baca: Taliban Tangkap Singa Herat Ismail Khan, Komandan Milisi Veteran Afghanistan

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.