Jurnalis Radio Filipina Tewas Ditembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila: Seorang jurnalis radio di Filipina tewas tertembak ketika ia pulang kerja. Menurut kepolisian setempat, Rabu (3/12), Leo Mila menjadi jurnalis kedelapan yang tewas di Filipina tahun ini.

    Mila, 38 tahun, bekerja di Radio Natin di San Roque di Provinsi Samar Utara, Filipina. Menurut keterangan kepolisian dan rekan-rekannya, Mila ditembak ketika menuju pintu gerbang stasiun radio dengan sepeda motor, Selasa malam.

    Polisi penyelidik Amer Lagrimas mengatakan pihak keamanan menemukan tubuh korban di dekat sepeda motornya. Lagrimas menjelaskan bahwa kepolisian belum menentukan tersangka kasus tersebut dan belum ada saksi mata yang dipanggil.

    Manajer Radio Natin Alice Cagro mengatakan kepada Associated Press bahwa Mila belum lama ini mengendus sesuatu yang ganjil dalam pengumpulan uang dari para orangtua siswa di sebuah sekolah lokal. Lagrimas mengatakan dua guru dari sekolah tersebut akan diinterogasi. 

    Cagro menjelaskan bahwa program Mila yang disiarkan pada pagi hari memfokuskan pada layanan publik. Program tersebut biasanya mendiskusikan keluhan warga yang dikirim lewat pesan teks.

    Mila juga menulis laporan untuk beberapa tabloid di kota dan belum lama ini diterbitkan oleh majalah lokal, An Peryodista.

    Mila meninggalkan istri serta dua orang anak yaitu anak perempuan berusia 10 tahun dan anak laki-laki berusia tujuh tahun.

    Serangan terhadap reporter yang meliput korupsi dan tindakan penyelewengan kerap terjadi di Filipina. Sedikitnya tujuh orang reporter lainnya tewas tahun ini termasuk komentator Radio Natin, Arecio Padrigao. Padrigao tewas ditembak pada 17 November.

    Lebih dari 60 wartawan tewas sejak 2001 di Filipina. Akibatnya, Filipina menjadi salah satu dari negara yang paling berbahaya bagi para kuli tinta.

    Lembaga Committee to Protect Journalists dari New York mengkritik pemerintah Filipina yang bergerak lambat menyelesaikan kasus-kasus penyerangan terhadap wartawan.

    Para pejabat di Filipina mengeluhkan penyelidikan yang terganggu karena saksi mata enggan memberi kesaksian akibat takut.

    AP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.