Varian Delta Pertama Kalinya Dideteksi di Timor Leste, Covid-19 Berpotensi Naik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Menteri Kesehatan sementara Timor-Leste, Elia Amaral mengumumkan pada Sabtu, 21 Maret 2020 satu warga negara Timor positif terinfeksi virus corona atau COVID-19. Sumber: Media Menteri Kesehatan/R. Oki

    Menteri Kesehatan sementara Timor-Leste, Elia Amaral mengumumkan pada Sabtu, 21 Maret 2020 satu warga negara Timor positif terinfeksi virus corona atau COVID-19. Sumber: Media Menteri Kesehatan/R. Oki

    TEMPO.CO, Jakarta - Timor Leste mencatat kasus pertama penyebaran Covid-19 dari varian Delta yang sangat menular. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terjadi lonjakan virus corona di negara tersebut.

    Ahli pengurutan genom dari Institut Doherty Australia menemukan dari 27 sampel yang diambil di wilayah Ermera pada minggu pertama Agustus, 12 di antaranya positif varian Delta. Ermera yang berbatasan dengan Indonesia, memiliki jumlah kasus aktif tertinggi dengan tingkat vaksinasi terendah di Timor Timur.

    Kementerian kesehatan dalam laporannya pada 8 Agustus mengatakan penularan varian Delta kemungkinan akan menyebabkan peningkatan jumlah kasus yang signifikan, termasuk kasus parah dan kematian. Kelompok yang paling berisiko terutama mereka yang memiliki akses vaksin terbatas.

    Timor Leste adalah negara dengan penduduk 1,3 juta orang. Saat ini tercatat ada 11.579 kasus dan 28 kematian sejak awal pandemi. Sekitar 8,5 persen dari total penduduk telah diinokulasi penuh menggunakan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.

    Sampel dari daerah lain belum diuji namun pakar kesehatan masyarakat mengatakan meningkatnya jumlah kasus di tempat lain menunjukkan varian Delta sudah masuk ke Timor Leste.

    Danina Coelho, juru bicara pemerintah untuk vaksin Covid-19, mengatakan klaster Ermera menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan cakupan vaksin. "Pemerintah sangat prihatin dengan kasus-kasus itu terutama karena rendahnya tingkat vaksinasi," katanya. "Itulah mengapa pemerintah memperkuat kampanye vaksin."

    Joshua Francis, seorang spesialis penyakit menular pediatrik yang memimpin proyek di Timor Leste untuk lembaga penelitian medis Menzies, mengatakan negara tersebut telah berhasil memvaksinasi warganya. Saat ini prioritas utama adalah memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19. "Ada kebutuhan mendesak untuk fokus pada kota dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah," katanya.

    Baca: Dunia Kebobolan Varian Delta, Jalan Panjang Pandemi Covid-19 Belum Selesai

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.