Adik Kim Jong Un Murka Korea Selatan dan AS Latihan Militer: Pengkhianat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan komando Amerika Serikat dan Korea Selatan berlatih infiltrasi markas militer Korea Utara. Reuters

    Pasukan komando Amerika Serikat dan Korea Selatan berlatih infiltrasi markas militer Korea Utara. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta -  Adik pimpinan Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, kembali melontarkan kecaman terhadap latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat. Dia menyebut otoritas Seoul telah berkhianat.

    Dia memperingatkan Korea Selatan dan AS akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih besar sebagai akibat latihan perang tersebut. Kedua negara harus membayar harga untuk melanjutkan latihan militer bersama tahunan yang akan dimulai minggu ini.

    Sumber militer mengatakan kepada Reuters, Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai pelatihan awal pada hari Selasa. Sementara latihan simulasi komputer yang lebih besar dijadwalkan berlangsung pekan depan.

    Latihan tersebut telah menyebabkan meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea setelah hubungan Seoul dan Pyongyang sempat mencair pada Juli. Kedua negara sepakat menyambung kembali hubungan yang terputus tahun lalu.

    Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong mengatakan seperti dikutip dari kantor berita KCNA, latihan militer antara Korsel dan Amerika Serikat adalah tindakan penghancuran diri yang harus dibayar mahal. Latihan itu dinilai mengancam keselamatan rakyat dan membahayakan situasi di semenanjung Korea.

    "Latihan militer adalah ekspresi paling jelas dari kebijakan AS memusuhi Korea Utara, dirancang untuk melumpuhkan negara kita dengan paksa," katanya.

    Kim Yo Jong juga menuduh Korea Selatan berperilaku jahat karena melanjutkan latihan hanya beberapa minggu setelah setuju untuk membuka kembali hubungan kedua negara.

    Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat Martin Meiners menolak mengomentari pernyataan Korea Utara. "Acara pelatihan gabungan adalah keputusan bilateral Korea Selatan dan Amerika Serikat. Keputusan apa pun akan menjadi kesepakatan bersama," katanya.

    Seorang juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan juga menolak mengomentari latihan pendahuluan pada hari Selasa. Ia hanya mengatakan kedua negara masih membahas waktu, skala dan metode latihan reguler.

    Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani hubungan dengan Korea Utara, mengatakan dalam sebuah pernyataan tidak akan berspekulasi tentang niat Korea Utara. Namun mereka tetap mempersiapkan segala kemungkinan.

    Baca: Kepala Kim Jong Un Ada Bintik Hijau dan Pakai Perban, Sakit Apa?

    REUTERS | THE GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.