Pelaku Usaha Minta Selandia Baru Buka Perbatasan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern selama konferensi pers bersama dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels, Belgia 25 Januari 2019. [REUTERS / Yves Herman]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern selama konferensi pers bersama dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels, Belgia 25 Januari 2019. [REUTERS / Yves Herman]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berencana mengutarakan sejumlah rencana pada pekan ini terkait pembukaan kembali wilayah-wilayah perbatasan negara itu. Ardern saat ini sedang berada dalam tekanan dari sektor bisnis dan publik yang menghadapi kekurangan tenaga kerja, di mana hal khawatirkan oleh anggota parlemen bisa memicu terjadinya inflasi.

    Perdana Menteri Ardern mendapat pujian karena bisa menekan penularan Covid-19 antar masyarakat lokal melalui strategi eleminasi, memberlakukan lockdown yang ketat dan menutup pintu-pintu perbatasan dengan wilayah internasional pada Maret 2020.

    Akan tetapi, taktik ini sekarang menjadi beban bagi perekonomian Selandia Baru, yang bergantung pada imigran sebagai tenaga kerja. Para pelaku bisnis di sana, sekarang harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk membayar karyawan, padahal output mereka sedang rendah.

    Perdana Menteri Jacinda Ardern meninggalkan konferensi persnya setelah mengumumkan bahwa dia telah memecat Iain Lees-Galloway.[Foto Mark Mitchell/NZ Herald]

    Sektor produk-produk susu, holtikultura, perumahan, jasa, kesehatan dan sektor publik lainnya melaporkan mereka kekurangan tenaga kerja. Mereka menuntut Pemerintah Selandia Baru untuk membuka palang perbatasan.       

    Tekanan mulai terlihat ketika pada Senin, 9 Agustus 2021, ada sekitar bidan di 1.500 rumah sakit melakukan aksi mogok kerja. Sebab mereka sekarang harus lembur gara-gara kurangnya tenaga kerja.     

    Sebelumnya lebih dari 30 ribu perawat pada bulan ini melakukan aksi mogok kerja untuk kedua kalinya. Mereka menuntut gaji dan kondisi kerja yang lebih baik, di tengah kurangnya pasokan tenaga kerja.

    Selandia Baru mencatat ada sekitar 2.500 kasus positif Covid-19 di sana. Dari jumlah itu, 26 kasus berujung dengan kematian.        

    Jumlah itu adalah yang paling sedikit di dunia dan bisa membantu Ardern mendapatkan kembali kekuasannya pada pemilu akhir Oktober mendatang. Selandia Baru terakhir kalinya melaporkan kasus postif Covid-19 antar masyarakat lokal pada Februari 2021.

    Baca juga: Kontroversi Laurel Hubbard, Transgender yang Bertanding di Olimpiade Tokyo

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.