Vaksinasi Covid-19 Hampir 70 Persen, Singapura Akan Mulai Longgarkan Pembatasan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang yang memakai masker berpergian sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura, 14 Mei 2021. Singapura kembali menerapkan lockdown setelah ditemukan 24 kasus Covid-19 penularan lokal untuk hari kedua berturut-turut, jumlah harian tertinggi sejak September tahun lalu. REUTERS/Caroline Chia

    Orang-orang yang memakai masker berpergian sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura, 14 Mei 2021. Singapura kembali menerapkan lockdown setelah ditemukan 24 kasus Covid-19 penularan lokal untuk hari kedua berturut-turut, jumlah harian tertinggi sejak September tahun lalu. REUTERS/Caroline Chia

    TEMPO.CO, Jakarta - Singapura akan melonggarkan beberapa pembatasan Covid-19 dan restriksi masuk bagi pekerja asing mulai pekan depan. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan, kebijakan ini diambil lantaran angka vaksinasi secara lengkap di negara tersebut hampir mencapai 70 persen.

    Orang yang telah divaksin secara lengkap akan diizinkan makan di restoran mulai 10 Agustus mendatang. Jumlah yang boleh makan bersama maksimal lima orang per kelompok. Menteri Ong mengatakan, batasan jumlah orang yang diizinkan berkumpul juga akan bertambah dari dua menjadi lima.

    "Kami percaya diri saat (peringatan) Hari Kemerdekaan (9 Agustus), sebanyak 70 persen dari kita sudah menerima vaksinasi secara lengkap," kata Ong dalam konferensi pers, dikutip Reuters, Jumat, 6 Agustus 2021.

    Singapura telah bergerak cepat untuk menyuntik vaksin Covid-19 kepada 5,7 juta warga mereka. Rasio vaksinasi Covid-19 di negara ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

    Singapura juga dinilai berhasil menahan virus selama masa pandemi berlangsung. Namun belakangan, mereka kembali menerapkan beberapa pembatasan setelah terjadi gelombang baru penularan.

    Seorang pekerja medis menyiapkan jarum suntik di pusat vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di Singapura, 8 Maret 2021. [REUTERS/Edgar Su]

    "Ketika setidaknya 80 persen populasi kita sudah menerima vaksinasi lengkap, kita akan dapat mengambil langkah selanjutnya membuka perekonomian, aktivitas sosial, dan perjalanan," kata Ong dalam sebuah pernyataan.

    Pemerintah Singapura menyatakan salah satu langkah tersebut kemungkinan dengan memberikan karantina gratis bagi wisatawan yang telah divaksinasi secara lengkap pada September mendatang. Negeri Singa ini menargetkan rasio vaksinasi mereka pada saat tersebut mencapai 80 persen.

    Singapura secara resmi telah menerima vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dan Moderna. Namun Kementerian Kesehatan menyatakan, orang-orang yang sudah menerima cukup vaksin dari jenis apa pun yang direkomendasikan WHO akan dianggap sudah divaksinasi secara lengkap.

    Artinya, ini mencakup vaksin Sinovac-Coronavac. Sebelumnya, diketahui pemerintah Singapura menyatakan vaksin tersebut membawa risiko signifikan dengan adanya infeksi varian baru.

    Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, pemerintah juga akan kembali memberikan persetujuan masuk bagi pemegang visa kerja dan tanggungan mereka yang telah divaksinasi. Kendati, mereka memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara berisiko tinggi.

    Kebijakan ini bakal dimulai 10 Agustus nanti. Sebelumnya, banyak pekerja asing Singapura tak bisa masuk kembali ke sana karena pembatasan perbatasan.

    Baca juga: Demi Keamanan, Singapura Akan Pasang 200 Ribu Kamera Hingga 2030

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.