Timnya Positif Covid-19, PM Inggris Tolak Isoman dan Lanjutkan Tur Skotlandia

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pembaruan tentang pembatasan santai yang diberlakukan di negara itu selama pandemi penyakit virus corona (COVID-19) pada konferensi pers di dalam Downing Street Briefing Room di London, Inggris 12 Juli 2021. [Daniel Leal-Olivas/ Kolam renang melalui REUTERS]

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pembaruan tentang pembatasan santai yang diberlakukan di negara itu selama pandemi penyakit virus corona (COVID-19) pada konferensi pers di dalam Downing Street Briefing Room di London, Inggris 12 Juli 2021. [Daniel Leal-Olivas/ Kolam renang melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melanjutkan perjalanan ke Skotlandia setelah seorang anggota timnya terkonfirmasi positif Covid-19. Dia memutuskan tidak isolasi mandiri kendati orang-orang lain dalam rombongan perjalanan tersebut melakukannya.

    Sejumlah sumber Downing Street--rumah dinas PM Inggris--mengkonfirmasi bahwa seorang staf positif Covid-19 dan mengikuti panduan yang sesuai. Namun, mereka bersikeras bahwa perjalanan yang berakhir pada Kamis lalu itu sepenuhnya sesuai dengan pedoman Covid-19.

    "Perdana Menteri Boris Johnson belum melakukan kontak erat dengan siapa pun yang positif," demikian pernyataan dari Downing Street, dikutip CNN, Jumat, 6 Agustus 2021.

    Meski begitu, seorang sumber CNN yang mengetahui perjalanan tersebut mengatakan bahwa staf yang dimaksud bersama PM Boris Johnson hampir sepanjang hari Rabu di Glasgow, sebelum naik pesawat untuk melanjutkan tur di Aberdeen.

    Sumber itu mengimbuhkan, staf itu diketahui positif saat dites setibanya di Aberdeen. Staf tersebut dan beberapa anggota rombongan lainnya lantas menjalani isolasi.

    Orang-orang berjalan di stasiun Waterloo, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), London, Inggris, 19 Juli 2021. [REUTERS/Peter Nicholls]

    Seorang juru bicara Downing Street mengatakan bahwa PM Johnson "secara rutin mengunjungi komunitas di seluruh Inggris dan semua aspek kunjungan dilakukan sesuai pedoman Covid-19".

    Menurut pemerintah Skotlandia, siapa pun yang melakukan kontak dekat dengan positif Covid-19 akan diminta mengisolasi diri selama 10 hari sejak timbulnya gejala dari orang yang bergejala. Sejauh ini, Skotlandia menetapkan aturannya sendiri tentang perawatan kesehatan yang terpisah dari Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.

    Kontak dekat didefinisikan sebagai seseorang yang secara fisik cukup dekat dengan mereka yang tertular virus untuk jangka waktu cukup lama.

    Adapun pedoman Covid-19 di Inggris, yang ditetapkan pemerintah Johnson, menyebutkan bahwa "seseorang juga dapat menjadi kontak dekat jika mereka bepergian dengan kendaraan atau pesawat yang sama dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19."

    Panduan itu juga menyatakan, di dalam pesawat, risiko penularan kecil jika berjarak 2 meter. Namun aturan itu sulit ditaati jika mereka bepergian dengan mobil. 

    Ketika ditanya ihwal Johnson yang tak melakukan menjalani karantina, seorang sumber Downing Street menyatakan bahwa Perdana Menteri telah dites sebelum bepergian ke Skotlandia. Johnson juga disebut menjalani tes PCR sebelum mengunjungi lokasi tenaga angin lepas pantai di hari terakhir perjalanannya.

    Baca juga: Jumlah Warga yang Diminta Isoman Kebanyakan, Inggris Ubah Aplikasi COVID-19

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.