Arab Saudi Targetkan Kekebalan Kelompok pada Oktober

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mendapat suntikan dosis vaksin COVID-19 di Neom, Arab Saudi, 8 Januari 2021. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mendapat suntikan dosis vaksin COVID-19 di Neom, Arab Saudi, 8 Januari 2021. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi telah memberikan lebih dari 28 juta dosis vaksin Covid-19 melalui 587 pusat vaksin yang berlokasi di seluruh Kerajaan Saudi dan optimistis kekebalan kelompok bisa tercapai pada Oktober, menurut angka terbaru Selasa kemarin.

    Jumlah total kasus virus corona di Kerajaan Saudi mencapai 528.952, sementara angka sembuh naik menjadi 510.107 kasus dan jumlah total kasus kematian mencapai 8.270, menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada Selasa.

    Lebih dari 19 juta orang, setara dengan 56 persen dari total populasi Arab Saudi, telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Jumlah mereka yang menerima dua dosis vaksin Covid-19 mencapai sekitar delapan juta, mewakili 25 persen dari populasi, menurut laporan Saudi Gazette, dikutip 6 Agustus 2021.

    Arab Saudi terus maju dengan target memvaksinasi setidaknya 70 persen populasinya dengan tujuan mencapai kekebalan kelompok dalam jangka waktu dua bulan yang diharapkan, yang berarti bertepatan dengan awal Oktober tahun ini. Rata-rata jumlah dosis yang diberikan setiap hari mencapai 365.000 dosis.

    Arab Saudi baru-baru ini memperkenalkan serangkaian tindakan pencegahan penyebaran virus corona dengan membatasi akses hanya kepada orang yang divaksinasi ke tempat-tempat umum serta ke entitas publik dan swasta.

    Arab Saudi juga telah mewajibkan bukti vaksinasi Covid-19 wajib untuk masuk ke entitas pemerintah dan swasta, yang efektif mulai 1 Agustus. Vaksinasi akan diwajibkan untuk masuk ke semua kegiatan ekonomi, komersial, budaya, hiburan dan olahraga, termasuk semua perusahaan pemerintah dan swasta serta lembaga pendidikan, di samping transportasi umum.

    Wajib vaksinasi akan diikuti oleh pembatasan perjalanan udara. Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) baru-baru ini mengeluarkan arahan bahwa warga Arab Saudi dilarang bepergian ke luar negeri tanpa menerima dua dosis vaksin Covid-19 mulai 9 Agustus. Aplikasi bernama Tawakkalna akan digunakan untuk memeriksa status imunisasi warga dan penduduk.

    Kementerian Pendidikan mengumumkan Minggu lalu bahwa kelas tatap muka untuk fase menengah dan menengah pendidikan sekolah umum akan dilanjutkan untuk siswa yang menerima dua dosis vaksin virus corona.

    Menurut juru bicara kementerian, memulai kelas tatap muka untuk siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak akan dikaitkan dengan pencapaian kekebalan kelompok, dengan menerima dua dosis vaksin oleh 70 persen populasi Arab Saudi atau pada 30 Oktober 2021.

    Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Buka Pintu Bagi Penerima Vaksin Sinovac

    SAUDI GAZETTE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.