Jelang Lockdown, Vaksinasi COVID-19 di Manila Filipina Kacau

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima dosis pertama vaksin Covid-19 Sinopharm Cina di Filipina, 3 Mei 2021. Video yang diunggah ke media sosial oleh ajudan senior Duterte dan senator Christopher Bong Go menunjukkan Menteri Kesehatan Francisco Duque memberikan vaksin di lengan kiri Duterte.[Xinhua]

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima dosis pertama vaksin Covid-19 Sinopharm Cina di Filipina, 3 Mei 2021. Video yang diunggah ke media sosial oleh ajudan senior Duterte dan senator Christopher Bong Go menunjukkan Menteri Kesehatan Francisco Duque memberikan vaksin di lengan kiri Duterte.[Xinhua]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekacauan dan kebingungan melanda pusat vaksinasi COVID-19 di Manila, Filipina pada Kamis kemarin. Sebagaimana diketahui, Manila menerapkan lockdown dua pekan per Jumat ini untuk menekan penyebaran varian Delta COVID-19.

    Dikutip dari Channel News Asia, berbagai pusat vaksinasi dipenuhi warga yang khawatir tidak akan bisa bekerja ataupun beraktivitas tanpa vaksin. Saking ramainya, jarak sosial sampai dilanggar yang membuat Kepolisian Manila turun tangan untuk menertibkan.

    Jumlah mereka yang mengantri bukan puluhan atau ratusan, tapi ribuan. Beberapa di antaranya mengantri sejak Rabu malam dan ada dari mereka yang tidak mendapat vaksin juga. Salah satunya dialami oleh Ofelia Gonzales, pedagang makanan.

    "Jika mereka tetap memperpanjang lockdown nanti, siapa yang akan menyediakan makanan jika kami tak bisa keluar," ujarnya, Kamis, 5 Agustus 2021.

    Seorang petugas kesehatan menerima vaksin Coronavac Sinovac Biotech pada hari pertama vaksinasi Covid-19 Filipina, di Lung Center of the Philippines, Quezon City, Metro Manila, 1 Maret 2021. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    Menanggapi kebingungan yang ada, juru bicara Pemerintah Filipina, Harry Roque, mengatakan bakal ada pengecualiaan bagi mereka yang belum divaksin. Selama lockdown berlaku, kata ia, mereka tetap diperbolehkan keluar untuk membeli kebutuhan pokok, berobat, ataup[un bekerja selama masih di sektor esensial.

    "Kami juga tidak ingin kegiatan vaksinasi malah jadi superspreader. Vaksinasi COVID-19 untuk menyelamatkan, bukannya mengancam nyawa," ujar Roque.

    Per berita ini ditulis, Filipina tercatat memiliki 1,6 juta kasus dan 28 ribu kematian akibat COVID-19. Hal tersebut menempatkan mereka di posisi kedua negara ASEAN paling terdampak COVID-19 setelah Indonesia.

    Dari 110 juta penduduknya, baru 9,3 persen yang tervaksinasi penuh. Pemerintah Filipina menargetkan 70 persen warga tervaksinasi per akhir tahun ini.

    Untuk memastikan semua warga divaksin, Presiden Rodrigo Duterte telah menebar ancaman. Ia berkata, mereka yang tidak mau divaksin akan ditahan. Bulan lalu, ia memerintahkan para kepala desa Filipina untuk tidak membiarkan mereka yang belum divaksin keluar dari rumah.

    Baca juga: Filipina Lockdown Manila untuk Cegah Penyebaran Varian Delta COVID-19

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.