Presiden Brasil Diselidiki Karena Menuding Pemilu Tahun Depan Curang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Jair Bolsonaro naik kendaraan setelah menghadiri Misa di sebuah gereja Katolik di Brasilia, Brasil 1 Juli 2021. REUTERS/Adriano Machado

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro naik kendaraan setelah menghadiri Misa di sebuah gereja Katolik di Brasilia, Brasil 1 Juli 2021. REUTERS/Adriano Machado

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Brasil memutuskan membuka penyelidikan terhadap Presiden Jair Bolsonaro atas pernyataannya yang mengklaim akan ada kecurangan dalam pemilihan tahun depan. Bolsonaro diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua pada 2022. Ia telah berulang kali mengatakan sistem pemungutan suara elektronik Brasil rentan terhadap penipuan.

    Para kritikus mengatakan Jair Bolsonaro, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia telah membuat klaim yang tak berdasar dan membuat dirinya tak bisa menerima jika kalah dalam pemilu pada 2022.

    Pengadilan juga meminta Mahkamah Agung menyelidiki apakah Bolsonaro melakukan kejahatan dengan menyerang sistem pemilihan di media sosial. Pernyataan Bolsonaro itu juga mengancam demokrasi Brasil.

    Penyelidikan terhadap Bolsonaro dilakukan setelah ia menuduh anggota pengadilan akan membantu mantan Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva kembali berkuasa.

    Jair Bolsonaro meminta digunakannya kertas suara yang dapat dihitung jika hasil pemilihan dipermasalahkan. Saat ini pemilu di Brasil menggunakan pemungutan suara cara elektronik. Dia menyatakan kemungkinan tidak akan menerima hasil pemilihan presiden tahun depan jika sistemnya tidak diubah.

    Selama akhir pekan, para pendukung Jair Bolsonaro mengadakan demonstrasi di beberapa kota untuk mendukung usulannya.

    Sebelumnya Senin, kelompok 18 yang di antaranya beranggotakan mantan hakim Mahkamah Agung Brasil menyatakan sistem pemilihan bebas dari penipuan. "Brasil telah menghapus sejarah kecurangan pemilu," kata para hakim dalam sebuah pernyataan.

    Pemungutan suara elektronik sudah digunakan sejak 1996 dan tidak pernah ada kasus kecurangan. "Sistem pemungutan suara elektronik tunduk pada audit sebelum, selama dan setelah pemilihan," kata para hakim.

    Seluruh proses pemilu dipantau oleh partai politik, jaksa, polisi federal, universitas dan Asosiasi Pengacara Brasil.

    Para hakim mengatakan surat suara yang dicetak kurang aman dibandingkan pemungutan suara elektronik. Jika Brasil kembali ke penghitungan manual kemungkinan penipuan pada 150 juta surat suara yang dicetak akan lebih tinggi.

    Baca: YouTube Hapus Video Presiden Brasil Karena Bahas Ivermectin dan Masker

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.