Top 3 Dunia: Panasnya Politik Malaysia hingga Diusirnya Atlet Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler internasional atau Top 3 Dunia pada Senin kemarin terdiri atas berita dari Malaysia, Jepang, dan Australia. Berita dari Malaysia diwakili oleh tekanan yang diberikan oleh Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim terhadap petahana PM Muhyiddin Yassin agar ia mundur.

    Sementara itu, berita dari Jepang masih berkaitan dengan Olimpiade Tokyo yang berlangsung di sana. Atlet lari asal Belarus, Kristina Timanovskaya, tengah mencari suaka setelah dipaksa pulang akibat mengkritik keputusan timnas. Ia mencari suaka karena takut dipersekusi oleh pemerintah Belarus

    Dari Australia, akun YouTube Sky News dibekukan sementara. Kontennya perihal pandemi Covid-19 dianggap menyesatkan. Berikut detail lebih lanjut dari berita-berita di atas.

    1. Malaysia Memanas, Mahathir Mohamad-Anwar Ibrahim Minta Perdana Menteri Mundur

    Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendengarkan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam konferensi pers menyusul deregistrasi sementara Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia 5 April 2018. [REUTERS / Lai Seng Sin]

    Kondisi politik di Malaysia memanas. Para pemimpin oposisi Malaysia termasuk Anwar Ibrahim dan Dr Mahathir Mohamad berkumpul di Lapangan Merdeka pada Senin, 2 Agustus 2021 setelah dihalangi masuk ke gedung parlemen oleh pihak berwenang.

    Pertemuan parlemen khusus yang rencananya digelar hari ini ditunda karena sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat terinfeksi Covid-19. Namun anggota parlemen oposisi bersikeras untuk berkumpul dan mereka tidak setuju sidang ditangguhkan.

    Seperti dikutip oleh Malay Mail, pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah yang dipimpin Muhyiddin Yassin telah kehilangan dukungan mayoritas. “Dari segi jumlah anggota parlemen, pemerintahan Muhyiddin telah jatuh, dan saya mendapat informasi bahwa ada pihak lain yang meminta untuk keluar dari Perikatan Nasional," kata Anwar.

    Berita selengkapnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.