Indonesia Perpanjang PPKM Darurat, Australia Perpanjang Lockdown COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi Grand concourse saat pemberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Central Station di pusat kota Sydney, Australia, 26 Juni, 2021. Seluruh kota Sydney dan wilayah sekitarnya di lockdown untuk memerangi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta. REUTERS/Loren Elliott

    Suasana sepi Grand concourse saat pemberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Central Station di pusat kota Sydney, Australia, 26 Juni, 2021. Seluruh kota Sydney dan wilayah sekitarnya di lockdown untuk memerangi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta. REUTERS/Loren Elliott

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Australia sama-sama memperpanjang pembatasan sosialnya pada hari Senin ini, 2 Agustus 2021. Di saat Indonesia memperpanjang PPKM Darurat Level 4, Australia memperpanjang lockdown COVID-19 di Brisbane. Perbedaannya ada pada durasi.

    Indonesia memperpanjang PPKM Darurat Level 4 selama sepakan, hingga 9 Agustus 2021. Sementara itu, Australia memperpanjang lockdown di Brisbane hingga 8 Agustus. Di saat bersamaan, lockdown masih berjalan di Sydney tpenerapannya diawasi oleh 300 tentara nasional Australia.

    Perpanjangan lockdown di Brisbane dipicu penyebaran virus COVID-19 di kluster lokal. Dalam 24 jam terakhir, ada 13 kasus baru di Queensland, negara bagian di mana Brisbane berada. Hal itu adalah penambahan terbesar dalam sehari untuk Queensland. Dikhawatirkan akan bertambah jumlahnya jika tidak diterapkan lockdown.

    "Semakin jelas bahwa lockdown yang sudah diterapkan tidak akan cukup untuk menahan wabah COVID-19," ujar Deputi Perdana Menteri Quiensland, Steven Miles, dikutip dari Reuters.

    Per berita ini ditulis, Australia mencatatkan 34.610 kasus dan 925 kematian akibat COVID-19. Jumlah kasus per hari terus naik sejak bulan Juni dari yang awalnya di bawah 50 kasus per hari melonjak menjadi di atas 250 kasus per berita ini ditulis.

    Sejak kasus COVID-19 terus naik, Australia menerapkan siklus lockdown buka-tutup. Hal itu dipicu penyebaran varian Delta COVID-19 yang lebih menular. PM Australia Scott Morrison berkata, jika vaksinasi sudah mencakup 70 persen warga Australia, lockdown akan semakin jarang sebelum berhenti sepenuhnya.

    Baca juga: Senin, 300 Tentara Australia Kawal Lockdown COVID-19 di Sydney

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.