Presiden Israel Dapat Suntikan Ketiga Vaksin Pfizer

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpilih Israel, Isaac Herzog dan istrinya, Michal, merayakan keterpilihannya setelah sesi khusus di Knesset pada 2 Juni 2021. Foto: REUTERS/Ronen Zvulun

    Presiden terpilih Israel, Isaac Herzog dan istrinya, Michal, merayakan keterpilihannya setelah sesi khusus di Knesset pada 2 Juni 2021. Foto: REUTERS/Ronen Zvulun

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin virus corona pada Jumat, 30 Juli 2021. Pemberian vaksin Pfizer ini sekaligus menandai dimulainya pemberian dosis booster kepada orang berusia di atas 60 tahun, sebagai upaya memperlambat penyebaran varian Delta yang sangat menular.

    Herzog, 60 tahun, menyatakan dia bangga telah memprakarsai suntikan penguat yang sangat penting untuk memungkinkan kehidupan normal di masa pandemi yang amat menantang. Istri Herzog, Michal, juga menerima suntikan booster.

    Pasangan tersebut didampingi Perdana Menteri Naftali Bennett, yang mendesak pentingnya suntikan penguat dalam memerangi pandemi COVID-19. Bennett berjanji bahwa Israel akan membagikan informasi dari peluncuran inokulasi publik.

    "Israel memelopori pemberian dosis ketiga untuk orang tua berusia 60 tahun ke atas. Perjuangan melawan pandemi Covid-19 adalah perjuangan global. Satu-satunya cara kita bisa mengalahkan Covid-19 adalah bersama-sama," kata Bennett.

    Kampanye suntikan booster akan menjadikan Israel negara pertama yang memberi vaksin dosis ketiga sebelum disetujui oleh lembaga obat dan makanan Amerika Serikat atau FDA.

    Menjelang peluncuran booster, menurut Bennett, Israel telah memberi dosis ketiga pada 2.000 orang tanpa efek samping yang parah. Pemerintah Israel berharap pemberian dosis ketiga akan membantu mencegah lockdown yang berbiaya mahal.

    Israel adalah negara yang memimpin program vaksinasi di dunia. Sekitar 57 persen dari 9,3 juta warganya telah divaksinasi ganda. Sedangkan warga lansia yang sudah divaksinasi adalah 87 persen dari total populasi lansia dan sebanyak 90 persen dari mereka adalah berusia di atas 70 tahun.

    Banyak lansia telah mendapatkan suntikan pertama pada Desember, Januari dan Februari karena dianggap sebagai populasi yang paling rentan. Namun sejak munculnya varian Delta, Kementerian Kesehatan telah dua kali melaporkan penurunan kemanjuran vaksin terhadap serangan varian Delta.

    Infeksi baru harian naik menjadi lebih dari 2.000 kasus. Sekitar 160 orang saat ini dirawat di rumah sakit dengan gejala parah. Lebih dari 6.400 orang telah meninggal karena virus tersebut.

    Baca: Bocah Palestina itu Ditembak Tentara Israel Saat Membeli Permen

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.