Kisah Atlet Jepang Tetap Semangat Meski Tak Bertanding di Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arisa Tsubata, 28 tahun, atlet tinju perempuan yang gagal tampil di Olimpiade Tokyo sebagai atlet. Sumber: Reuters

    Arisa Tsubata, 28 tahun, atlet tinju perempuan yang gagal tampil di Olimpiade Tokyo sebagai atlet. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Arisa Tsubata, 28 tahun, kecewa gagal bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 setelah dihempaskan oleh badai wabah virus corona. Namun dia tak mau larut dalam kesedihan dan menghidupkan lagi mimpinya untuk berkompetisi dalam olahraga tinju di pertandingan lain .

    Dalam acara pembukaan Olimpiade Tokyo, Tsubata muncul memperagakan adegan sedang lari di atas treadmill, untuk menggambarkan bagaimana para atlet berlatih mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade di tengah isolasi pandemi Covid-19.

    Arisa Tsubata, 28 tahun, atlet tinju perempuan yang gagal tampil di Olimpiade Tokyo sebagai atlet. Sumber: Reuters

    Seperti banyak calon atlet Olimpiade, ambisi Tsubata hancur pada awal tahun ini ketika hampir sebagian besar negara di dunia diselimuti wabah virus corona.

    Kondisi ini berdampak pada sejumlah acara kualifikasi Olimpiade yang dibatalkan. Bukan hanya itu, ada pula perubahan kriteria pada sejumlah bidang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.

      

    Sebelumnya demi bisa fokus berolahraga tinju, Tsubata pada Januari 2021 berhenti bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Jepang. Dia lalu pindah bekerja di sebuah klinik kecil dengan gaji tak sebesar sebelumnya.  

    Tsubata menceritakan, awalnya dia merasa frustrasi tak bisa berlaga di Olimpiade Tokyo. Namun dia bangkit dengan mencoba memfokuskan pada pertandingan tinju lainnya. Menurut Tsubata, kemunculannya di acara pembukaan Olimpiade Tokyo telah mengubah pandangannya.

    “Saya berpartisipasi di Olimpiade sebagai penampil. Saya berpartisipasi dalam kesempatan itu agar bisa mengumpulkan semangat untuk berpartisipasi sebagai atlet di Olimpiade berikutnya (Olimpiade Paris 2024). Saya sangat ingin memenangkan medali,” kata Tsubata.

    Tsubata menceritakan dia diminta untuk hadir sebagai penampil oleh koordinator Olimpiade Tokyo pada April 2021. Sedangkan penampilannya difinalisasi pada Juni atau setelah dia pulang mengikuti sebuah kejuaraan di Rusia.

    “Bukan hanya atlet, namun banyak orang mengalami hal sulit pada setahun terakhir ini. Jadi, saya berharap penampilan saya (di acara pembukaan Olimpiade Tokyo) bisa membantu mereka bangkit, meski pun sedikit,” kata Tsubata.

    Baca juga: Olimpiade Tokyo, Atlet yang Terima Medali Boleh Copot Masker 

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.