Top 3 Dunia: Antibodi Vaksin Sinovac Tahan 6 Bulan Hingga Atlet Dilamar Pelatih

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech, mengembangkan vaksin eksperimental penyakit coronavirus (COVID-19), selama tur media yang diselenggarakan pemerintah di Beijing, Cina, 24 September 2020.[REUTERS/Thomas Peter]

    Seorang pria bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech, mengembangkan vaksin eksperimental penyakit coronavirus (COVID-19), selama tur media yang diselenggarakan pemerintah di Beijing, Cina, 24 September 2020.[REUTERS/Thomas Peter]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga berita terpopuler dunia pada 27 Juli 2021 di antaranya studi menemukan antibodi vaksin Sinovac yang hanya bertahan enam bulan, atlet anggar Olimpiade Tokyo yang dilamar pelatih usai bertanding, hingga studi tentang campuran vaksin AstraZeneca dan Pfizer yang bisa tingkatkan antibodi hingga 6 kali.

    Tiga berita terpopuler kanal Tempo Dunia di atas kami rangkum dalam Top 3 Dunia.

    1. Studi Cina: Antibodi Vaksin Sinovac Hanya Bertahan 6 Bulan

    Sebuah penelitian yang dilakukan di Cina menemukan antibodi yang dipicu oleh vaksin Sinovac Biotech menurun di bawah ambang batas utama dalam waktu sekitar enam bulan setelah dosis kedua untuk sebagian besar penerima, meskipun suntikan ketiga memiliki efek penguat yang baik.

    Penelitian dilakukan di Cina dengan mengambil sampel darah dari orang dewasa sehat berusia antara 18-59. Hasil penelitian diterbitkan pada Ahad, 25 Juli 2021, dalam makalah yang belum ditinjau rekan sejawat, seperti dilaporkan Reuters.

    Tim peneliti membagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama dan kedua masing-masing 50 peserta yang sudah divaksin dua kali.

    Hasilnya, 16,9 persen dan 35,2 persen dari kelompok pertama dan kedua yang masih memiliki tingkat antibodi penawar di atas ambang batas enam bulan. Sementara kelompok ketiga diikuti 540 peserta yang diberikan dosis ketiga atau plasebo.

    Para peneliti mengatakan tidak jelas bagaimana penurunan antibodi akan mempengaruhi efektivitas suntikan, karena para ilmuwan belum mengetahui secara tepat ambang batas tingkat antibodi untuk vaksin agar dapat mencegah penyakit.

    Kabar baiknya, peserta yang diberi dosis pada ketiga enam bulan berikutnya memiliki tingkat antibodi yang naik 3-5 kali lipat. Untuk mengetahui lebih lanjut berita selengkapnya silakan baca di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.