Lansia 102 Tahun di Rusia Selamat dari Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang spesialis medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) memberi makan pasien di Rumah Sakit Kota Vologda Nomor 1, tempat pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) dirawat, di Vologda, Rusia 24 November 2020. [REUTERS / Anton Vaganov]

    Seorang spesialis medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) memberi makan pasien di Rumah Sakit Kota Vologda Nomor 1, tempat pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) dirawat, di Vologda, Rusia 24 November 2020. [REUTERS / Anton Vaganov]

    TEMPO.CO, Jakarta - Veteran Perang Dunia II dari Rusia Nikolai Bagayev sudah dua kali lolos dari kematian. Kali ini, dia selamat dari infeksi virus corona saat usianya sudah lansia, yakni 102 tahun.

    Bagayev adalah tentara Rusia yang terlibat dalam perang saat Uni Soviet melakukan invasi ke pasukan Jerman. Saat dilarikan ke rumah sakit di Kota Korolyov, kondisi paru-parunya sudah 80 persen rusak karena virus corona.

      

    Bagayev total menghabiskan waktu lebih dari sebulan di rumah sakit, termasuk saat dia seminggu di rawat di ICU. Pada Kamis sore, 22 Juli 2021, dia keluar dari rumah sakit.

    “Terakhir kali saya menghadapi kematian adalah pada 1941. Ketika itu paru-paru saya mengalami luka selama pertempuran untuk negara. Hanya saja, waktu itu saya masih muda dan bisa pulih dengan cepat,” kata Bagayev.

    Bagayev sangat berterima kasih kepada tim dokter yang telah merawatnya melawan virus corona.

    “Sangat sulit, namun saya bisa melihat tim dokter berjuang. Mereka adalah salah satu pahlawan dari banyak pahlawan,” kata Bagayev.

    Bagayev melewati banyak babak kehidupan dalam hidupnya. Dia dua kali terluka dalam perang, dengan satu luka sangat parah.

    Valentina Rakitskaya, salah satu dokter yang merawat Bagayev menceritakan Bagayev adalah sosok tentara sejati karena dia mengingat saat terluka ketika perang dan sulitnya menghadapi pertempuran. Semua kenangan itu, dinilai telah membantunya melewati masa perawatan di rumah sakit.

    Setelah Perang Dunia II usai, Bagayev bekerja di Kazakhstan untuk ikut membantu membangun kosmodrom Baikonur. Alat tersebut mampu menerbangkan Yuri Gagarin, manusia pertama ke ruang angkasa pada 1961. Bagayev menceritakan, teknik bernafas yang pernah dia pelajari dari kosmonot saat era Uni Soviet, telah membantunya pulih dari Covid-19.

    Baca juga: 107 Warga Jakarta Pusat Meninggal Saat Jalani Isolasi Mandiri, Detailnya?

       

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.