Kasus Covid-19 di Jerman Terus Naik Meski 60 Persen Warga Sudah Divaksin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua wanita berswafoto di tempat duduk mereka di sebuah bioskop luar ruangan di Berlin, ibu kota Jerman,  29 Mei 2021. Baru-baru ini, sebuah bioskop luar ruangan dibuka di Berlin, Jerman, untuk menyambut musim panas seiring mulai meredanya penyebaran COVID-19 di kota tersebut. Xinhua/Stefan Zeitz

    Dua wanita berswafoto di tempat duduk mereka di sebuah bioskop luar ruangan di Berlin, ibu kota Jerman, 29 Mei 2021. Baru-baru ini, sebuah bioskop luar ruangan dibuka di Berlin, Jerman, untuk menyambut musim panas seiring mulai meredanya penyebaran COVID-19 di kota tersebut. Xinhua/Stefan Zeitz

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf di Kantor Kanselir Jerman Helge Braun, khawatir kasus Covid-19 bisa melonjak menjadi 100 ribu per hari dalam dua bulan mendatang. Hal itu bisa dicegah bila banyak warga Jerman bersedia divaksinasi. Dia juga meminta mereka yang menolak divaksin agar dibatasi aksesnya.

    Usulan Braun itu ditolak beberapa politisi senior termasuk Armin Laschet, kandidat konservatif yang diprediksi menggantikan Angela Merkel sebagai kanselir dalam pemilihan umum pada 26 September mendatang.

    Lebih dari dua bulan kasus Covid-19 di Jerman mengalami penurunan. Namun pada Juli, kasusnya mulai meningkat seiring dengan menyebarnya varian delta di Eropa.

    Helge Braun mengatakan kepada surat kabar Bild am Sonntag bahwa kasus meningkat 60 persen per minggu meskipun hampir setengah dari rakyat Jerman sudah divaksinasi penuh.

    "Jika varian Delta terus menyebar pada tingkat ini dan kami tidak melawannya dengan tingkat vaksinasi yang sangat tinggi atau perubahan perilaku, kasus bisa naik hingga 850 (per 100.000 orang) hanya dalam sembilan minggu," katanya.

    Angka itu setara dengan 100 ribu kasus harian Covid-19. Jika itu terjadi, Braun khawatir banyak orang yang harus dikarantina hingga menyebabkan kekacauan dalam perekonomian.

    Braun mendesak rakyat Jerman mau divaksinasi. "Orang yang tidak divaksin berarti tidak bisa mengunjungi restoran, bioskop, dan ke stadion karena risikonya terlalu tinggi," katanya seperti dilansir dari Reuters.

    Sekitar 60 persen dari 83 juta rakyat Jerman telah mendapatkan suntikan pertama vaksin Covid-19. Sekitar 48 persen lainnya telah divaksinasi lengkap. Angela Merkel telah lama mengatakan tidak mewajibkan vaksinasi.

    Komentar Braun memicu perdebatan dengan beberapa politisi yang mendukung gagasan tersebut dan sebagian lain menentangnya termasuk Laschet.

    "Saya tidak berpikir vaksinasi wajib atau menekan orang-orang agar mau divaksin," kata Laschet kepada televisi ZDF. "Kami memiliki aturan bahwa Anda harus menjalani tes, divaksinasi atau pulih. Itu adalah prinsip yang baik," katanya.

    Institut Robert Koch untuk penyakit menular mengatakan jumlah kasus di Jerman meningkat 1.387 menjadi 3,76 juta. Selama tujuh hari terakhir, kasusnya naik tipis menjadi 13,8 per 100.000 orang. Sekitar 91.524 orang telah meninggal karena Covid-19.

    Baca: Banjir Bandang di Eropa, Ketika Peringatan Dini tak Mencegah Tragedi

    DEWI | REUTERS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.