Hadapi Wabah Terburuk, Vietnam Lockdown Kota Ho Chi Minh

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria yang tinggal di daerah yang dilockdown menerima makanan melalui barikade selama pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) di Kota Ho Chi Minh, Vietnam 20 Juli 2021. [REUTERS/Stringer]

    Seorang pria yang tinggal di daerah yang dilockdown menerima makanan melalui barikade selama pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) di Kota Ho Chi Minh, Vietnam 20 Juli 2021. [REUTERS/Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Vietnam akan memperpanjang lockdown di Kota Ho Chi Minh hingga 1 Agustus dan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di ibu kota Hanoi mulai Sabtu, ketika negara itu memerangi gelombang infeksi Covid-19 terburuknya.

    Setelah berhasil menahan virus corona untuk sebagian besar pandemi, Vietnam telah menghadapi wabah virus yang rumit, dengan pusat bisnis selatan Kota Ho Chi Minh dan provinsi sekitarnya menyumbang sebagian besar infeksi baru.

    Dikutip dari Reuters, 24 Juli 2021, Kementerian Kesehatan melaporkan rekor 7.307 infeksi pada hari Jumat, meningkatkan total kasus keseluruhan Vietnam menjadi 81.678. Setidaknya 370 orang di negara itu telah meninggal akibat virus corona.

    "Karena sifat varian Delta yang cepat dan tidak dapat diprediksi dan untuk melindungi orang dan meminimalkan kematian, otoritas kota telah memutuskan untuk memperkuat sejumlah langkah untuk mengendalikan wabah," kata badan pemerintahan Kota Ho Chi Minh.

    Jumlah layanan yang diizinkan untuk beroperasi selama lockdown di Kota Ho Chi Minh akan dikurangi, kata kementerian kesehatan, mengutip Duong Anh Duc, wakil wali kota.

    Langkah-langkah saat ini, yang telah berlaku sejak 9 Juli, termasuk perintah tinggal di rumah, larangan pertemuan yang lebih besar dari dua orang dan penangguhan layanan transportasi umum.

    Layanan perbankan dan sekuritas di Kota Ho Chi Minh akan dikurangi ke tingkat minimal, sementara proyek konstruksi yang tidak perlu akan ditangguhkan, kata kementerian itu.

    Penyemprotan disinfektan selama seminggu di daerah berisiko tinggi Covid-19 juga telah dimulai.

    Sementara Hanoi akan memberlakukan tindakan ketat serupa selama 15 hari mulai Sabtu pagi, kata pihak berwenang ibu kota pada Jumat malam, menyusul gelombang infeksi baru selama beberapa hari terakhir, termasuk 48 kasus pada Jumat.

    "Risiko penyebaran penyakit di kota sangat tinggi, membutuhkan tindakan tegas untuk mencegahnya," kata Chu Ngoc Anh, ketua Komite Rakyat Hanoi.

    Hanoi, yang telah mencatat lebih dari 600 infeksi Covid-19 sejak akhir April, telah menyarankan orang untuk tinggal di dalam rumah dan menutup kafe dan restoran awal bulan ini.

    Secara nasional, Vietnam telah memberlakukan pembatasan pergerakan di sekitar sepertiga dari 63 kota dan provinsi sejak wabah dimulai pada akhir April.

    Kota Ho Chi Minh, yang menyumbang sekitar 60% dari total kasus, telah meminta perdana menteri Vietnam untuk lebih banyak personel untuk membantu memerangi wabah saat ini, kata kementerian kesehatan di Facebook pada hari Jumat.

    Vietnam, yang sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca, berusaha mempercepat program inokulasinya.

    Negara ini sejauh ini telah menerima lebih dari 10,2 juta dosis vaksin virus corona. Sekitar 4,4 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di Vietnam, tetapi kurang dari 335.000 orang telah divaksinasi penuh, menurut data resmi.

    Baca juga: Vietnam Buat Sampel Vaksin Rusia Sputnik V, Siap Diproduksi Massal

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.