112 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di India

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat dari balkon saat aliran sungai yang meluap akibat curah hujan yang tinggi di daerah kumuh di tepi Sungai Bagmati di Kathmandu, Nepal, 20 Juli 2020. Curah hujan yang tinggu tersebut melanda India dan Nepal. REUTERS/Navesh Chitrakar

    Warga melihat dari balkon saat aliran sungai yang meluap akibat curah hujan yang tinggi di daerah kumuh di tepi Sungai Bagmati di Kathmandu, Nepal, 20 Juli 2020. Curah hujan yang tinggu tersebut melanda India dan Nepal. REUTERS/Navesh Chitrakar

    TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya 112 orang meninggal di negara bagian Maharashtra, India barat, akibat hujan dan longsor setelah hujan lebat. Banjir menggenangi kawasan rendah dan memutus akses ke ratusan desa di negeri Bollywood tersebut. 

    "Hujan deras yang tak terduga memicu tanah longsor di banyak tempat dan membanjiri sungai," kata Kepala Menteri Uddhav Thackeray yang mengepalai pemerintahan negara bagian Maharashtra, dikutip dari Reuters, Jumat, 23 Juli 2021.

    Bagian pantai barat India telah mengalami curah hujan hingga 594 mm selama 24 jam. Kondisi ini memaksa pihak berwenang membuka bendungan yang terancam akan meluap. Mereka pun mengevakuasi warga dari daerah rentan sekitar.

    "Bendungan dan sungai meluap. Kami terpaksa melepaskan air dari bendungan dan karena itu kami memindahkan orang-orang yang tinggal di tepi sungai ke tempat yang lebih aman," ujarnya. Operasi penyelamatan ini dibantu tentara Angkatan Darat dan Angkatan Laut India.

    Pemerintah negara bagian menyatakan, setidaknya 38 orang meninggal di Taliye, 180 km (sekitar 110 mil) tenggara Mumbai, ketika longsor meratakan sebagian besar desa kecil tersebut. Adapun 59 orang meninggal dalam sembilan longsor lainnya di bagian lain Maharashtra dan 15 orang meninggal karena kecelakaan akibat hujan lebat.

    Seorang pejabat pemerintahan negara bagian yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, lusinan orang lainnya juga dikhawatirkan terperangkap longsor di distrik Satara dan Raigad.

    "Operasi penyelamatan berlangsung di berbagai tempat di Satara, Raigad, dan Ratnagiri. Karena hujan lebat dan sungai banjir, kami kesulitan untuk mengerahkan alat-alat penyelamatan dengan cepat," ujarnya.

    Menurut pejabat pemerintah Maharashtra lainnya, ribuan truk terjebak di jalan raya nasional yang menghubungkan Mumbai dengan pusat teknologi Bengaluru di bagian selatan. Jalanan terendam di beberapa tempat. Sementara itu, ratusan desa dan kota mengalami mati listrik dan kekurangan air minum.

    Pemerintah di negara bagian Karnataka dan Telangana di bagian selatan pun tengah memantau situasi. Sungai-sungai juga meluap di dua kawasan tersebut.

    Hujan monsun musiman dari Juni hingga September menyebabkan kematian dan pemindahan massal di seluruh Asia Selatan setiap tahun, tetapi juga menyumbang lebih dari 70 persen curah hujan India dan sangat penting bagi petani.

    Baca juga: India Mencatat Kematian Pertama pada Manusia Akibat Flu Burung

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.