Ingin Cepat Keluar dari Wabah, Warga Spanyol Antusias Divaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berjalan di sepanjang Caminito del Rey (The Little Pathway King) saat dibuka kembali ke publik dimana sebelumnya ditutup sementara guna mencegah penyebaran Virus Corona selama tiga bulan, di Ardales-Alora, dekat Malaga, Spanyol selatan, 12 Juni 2020. REUTERS/Jon Nazca

    Pengunjung berjalan di sepanjang Caminito del Rey (The Little Pathway King) saat dibuka kembali ke publik dimana sebelumnya ditutup sementara guna mencegah penyebaran Virus Corona selama tiga bulan, di Ardales-Alora, dekat Malaga, Spanyol selatan, 12 Juni 2020. REUTERS/Jon Nazca

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Spanyol antri untuk mendapatkan suntik vaksin virus corona. Negeri Matador itu merupakan salah satu negara yang tinggi angka penyebaran wabah virus coronanya.

    Jika negara-negara lain mengiming-imingi warganya untuk imunisasi vaksin virus corona dengan uang insentif atau larangan menikmati sejumlah kelonggaran aturan, lain halnya dengan warga Spanyol yang antusias untuk divaksin virus corona.

    Seorang petugas kesehatan menerima suntikan dengan dosis vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19, di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19), di Pusat Kesehatan Masyarakat Fuentelarreina di Madrid, Spanyol 18 Januari 2021. [REUTERS / Sergio Perez]

    Staf di rumah sakit Isabel Zendal, di Madrid, mengatakan anak-anak muda di Ibu Kota itu berdatangan ke rumah sakit untuk diimunisasi vaksin virus corona meski tanpa embel-embel uang insentif. Sebab mereka sungguh tidak sabar untuk segera kembali ke kehidupan normal.  

    “Apa yang kami lihat di sini setiap hari adalah ‘pesta’. Mereka semua tahu, semakin cepat mereka di imunisasi vaksin virus corona, maka akan semakin cepat kami meninggalkan wabah ini,” kata Fernando Prado, seorang kepala perawat.

    Di Spanyol, tinggal 5 persen populasi masyarakat di sana yang masih ragu untuk disuntik vaksin virus corona. Jumlah itu lebih rendah di banding Prancis yang sebanyak 13 persen dan 19 persen di Amerika Serikat.        

    Diantara alasan warga Spanyol semangat untuk disuntik vaksin virus corona adalah kenangan saat gelombang pertama pandemi Covid-19 menghantam Spanyol pada Maret 2020. Ketika itu, ada lebih dari 800 orang meninggal akibat Covid-19 atau bisa dikatakan hampir setiap hari ada yang meninggal karena virus ini.

    “Dalam hal strategi melawan pandemi Covid-19, Spanyol menempatkan keyakinan pada vaksin virus corona dan masyarakat meyakini itu,” kata Quique Bassat, peneliti dari Global Health Institute di Barcelona, Spanyol.

    Baca juga: Lansia Renta Tak Boleh Divaksin Covid-19, Ini Sebabnya

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.