Kerusuhan di Penjara Ekuador, 18 Tahanan Tewas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi napi di penjara. Shutterstock

    Ilustrasi napi di penjara. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya 18 tahanan tewas dan beberapa aparat kepolisian mengalami luka-luka dalam kerusuhan di dua penjara terbesar di Ekuador. Jatuhnya korban tewas dan luka-luka itu dikonfirmasi oleh otoritas tahanan pada Rabu malam, 21 Juli 2021.

    Kerusuhan tersebut menjadi gelombang kedua kekerasan dalam penjara yang paling mematikan pada tahun ini. Kepolisian unit khusus dikerahkan ke dua penjara di provinsi Guayas dan provinsi Cotopaxi.

    ilustrasi penjara

    Sebelumnya pada Februari 2021, setidaknya 79 tahanan tewas di tiga penjara, yang diantaranya di pusat penahanan di Guayas dan Cotopaxi. Pertengkaran dipicu oleh rivalitas antar geng.

    Pada Kamis, 22 Juli 2021, kepolisian Ekuador mengunggah ke Twitter bahwa 45 tahanan sudah ditahan karena mereka berusaha melarikan diri dari penjara Cotopaxi. Dalam pengumuman itu disebutkan pula, 10 tahanan tewas dan 35 tahanan luka-luka.       

    Media lokal mewartakan, dari total korban tewas itu sebanyak 8 tahanan berasal dari penjara Guayas. Otoritas Ekuador sudah bertahun-tahun berusaha mengurangi kekerasan di negara, yang penjaranya sudah kelebihan kapasitas. Diperkirakan, ada 38 ribu tahanan di Ekuador.

    Baca juga: Jacob Zuma Diberi Cuti Tahanan untuk Hadiri Pemakaman 

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.