PPKM Berakhir, WHO Desak Jokowi Perketat Pembatasan Karena Kasus Covid Tinggi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kesehatan melakukan screening pekerja sebelum disuntikkan Vaksin Covid-19 pada Pekerja di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021. Sebanyak 400 pekerja proyek pembangun gedung baru di lingkungan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita disuntikkan Vaksin Covid-19 jenis Sinovac. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga Kesehatan melakukan screening pekerja sebelum disuntikkan Vaksin Covid-19 pada Pekerja di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021. Sebanyak 400 pekerja proyek pembangun gedung baru di lingkungan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita disuntikkan Vaksin Covid-19 jenis Sinovac. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia WHO mendesak Indonesia menerapkan pembatasan yang lebih ketat dan luas untuk mengatasi lonjakan infeksi dan mengurangi kematian akibat Covid-19. Pernyataan itu diungkapkan hanya sehari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan akan mengakhiri pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat pada 25 Juli 2021

    Indonesia menjadi salah satu episentrum pandemi global dalam beberapa pekan terakhir. Kasus positif COVID-19 melonjak lima kali lipat dalam lima minggu terakhir. Minggu ini, kematian harian mencapai rekor tertinggi dengan lebih dari 1.400 kasus, tertinggi di dunia.

    Dalam laporan terbarunya, WHO mengatakan penerapan protokol kesehatan dengan ketat dan pembatasan sosial sangat penting dilakukan untuk mengatasi kenaikan jumlah kasus Covid-19 di 13 provinsi di Indonesia.

    “Indonesia menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi. Ini menunjukkan pentingnya penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial yang ketat, terutama pembatasan pergerakan di seluruh negeri,” demikian pernyataan WHO dalam keterangan tertulis.

    ADVERTISEMENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...