Jenderal AS: Taliban Menguasai Separuh Pusat Distrik Afganistan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berdiri di atas kendaraan memegang bendera Taliban ketika orang-orang berkumpul di dekat titik persimpangan Gerbang Persahabatan di kota perbatasan Chaman, Pakistan-Afganistan, Pakistan 14 Juli 2021.[REUTERS / Abdul Khaliq Achakzai]

    Orang-orang berdiri di atas kendaraan memegang bendera Taliban ketika orang-orang berkumpul di dekat titik persimpangan Gerbang Persahabatan di kota perbatasan Chaman, Pakistan-Afganistan, Pakistan 14 Juli 2021.[REUTERS / Abdul Khaliq Achakzai]

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenderal senior Amerika Serikat pada Rabu mengatakan gerilyawan Taliban menguasai sekitar setengah dari pusat distrik Afganistan setelah pasukan AS dan lainnya ditarik.

    Ketidakamanan telah meningkat di Afganistan dalam beberapa pekan terakhir, sebagian besar didorong oleh pertempuran di provinsi-provinsinya ketika pasukan asing pimpinan AS menyelesaikan penarikan mereka dan Taliban melancarkan serangan besar, merebut distrik dan wilayah perbatasan.

    "Momentum strategis tampaknya dimiliki Taliban," kata Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS, dikutip dari Reuters, 22 Juli 2021.

    Jenderal Milley mengatakan lebih dari 200 dari 419 pusat distrik berada di bawah kendali Taliban. Bulan lalu, dia mengatakan Taliban menguasai 81 pusat distrik di Afganistan.

    ADVERTISEMENT

    Meski demikian gerilyawan Taliban tidak mengambil alih ibu kota provinsi mana pun, tetapi mereka mengancam separuhnya, katanya.

    Kondisi Pangkalan Udara Bagram setelah ditinggalkan seluruh pasukan AS dan NATO di Provinsi Parwan, Afganistan timur, Kamis, 8 Juli 2021. (Xinhua/Rahmatullah Alizadah)

    Presiden AS Joe Biden telah mengakhiri secara resmi misi militer AS di Afganistan pada 31 Agustus, saat ia berupaya melepaskan diri dari konflik yang dimulai setelah serangan al Qaeda di Amerika Serikat pada 11 September 2001.

    Hampir semua tentara Amerika, kecuali personel yang melindungi kedutaan besar AS di Kabul dan bandara, telah meninggalkan Afganistan.

    Pemerintah Afganistan menuduh Taliban menghancurkan ratusan gedung pemerintah di 29 dari 34 provinsi di negara itu. Taliban menyangkal tuduhan perusakan besar-besaran oleh para militan mereka.

    Lima belas misi diplomatik dan perwakilan NATO di Afganistan mendesak Taliban pada Senin untuk menghentikan serangannya, hanya beberapa jam setelah pemerintah Afganistan gagal menyepakati gencatan senjata pada pertemuan perdamaian di Doha.

    Baca juga: Khawatir Kemajuan Taliban, Rusia Perkuat Pangkalan Militernya di Tajikistan

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...