Menkes Tunisia Dipecat Akibat Dinilai Tak Becus Tangani Covid-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reruntuhan Romawi, Antonine Baths, di Carthage Tunisia. Foto: @emiyokoshima

    Reruntuhan Romawi, Antonine Baths, di Carthage Tunisia. Foto: @emiyokoshima

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Tunisia Hichem Mechichi memecat Menteri Kesehatan Faouzi Mehdi di tengah meningkatnya kasus virus corona di negara tersebut. Meroketnya jumlah kasus Covid-19 membuat sistem kesehatan Tunisia telah runtuh, hingga menyebabkan lebih dari 17.000 kematian dari negara berpenduduk 12 juta jiwa tersebut.

    Menurut Mechihi, Menteri Sosial Mohamed Trabelsi akan menggantikan tugas Menteri Kesehatan untuk sementara. 

    Mehdi telah memprakarsai dibukanya sentra vaksinasi untuk semua warga Tunisia berusia di atas 18 tahun pada Selasa dan Rabu. Sentra tersebut menyebabkan masyarakat berdesak-desakan untuk mendapatkan vaksinasi.

    Akhirnya pemerintah pun membatasi akses vaksinasi untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun pada Rabu untuk menghindari melonjaknya kasus covid-19.

    ADVERTISEMENT

    Pemecatan Mehdi adalah contoh lain dari ketidakstabilan pemerintahan. Beberapa menteri telah mengundurkan diri karena hubungan dengan parlemen dan kepresidenan yang tak harmonis dalam penanganan Covid-19.

    Pada hari Minggu, Tunisia melaporkan 117 kematian dan 2.520 kasus baru Covid-19. Total kasus tercatat menjadi lebih dari 500 ribu.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Nissaf Ben Alya mengatakan pada 8 Juli 2021, sistem kesehatan di Tunisia telah runtuh akibat melonjaknya jumlah pasien Covid-19. Hal ini diucapkan saat wawancara dengan stasiun radio lokal.

    Beberapa jenazah korban Covid-19 dibiarkan terbaring di kamar bersebelahan dengan pasien lain hingga 24 jam. Sebabnya jumlah staf yang membawa ke kamar mayat tak cukup.

    Halaman Facebook Kementerian Kesehatan mengatakan telah mendirikan rumah sakit lapangan dalam beberapa bulan terakhir.

    Setelah itu pemerintah negara tetangga Libya memutuskan menutup perbatasan bersama. Libya juga menangguhkan hubungan udara dengan Tunisia selama seminggu.

    Beberapa negara dari negara-negara Teluk hingga bekas kekuasaan kolonial Prancis dan Mauritania telah mengirimkan bantuan medis.

    Sejak 20 Juni, pihak berwenang telah memberlakukan penguncian total di enam wilayah dan penguncian sebagian di ibu kota.

    Baca: Tunisia Minta Bantuan Jumlah Kasus Covid-19 Naik

    AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...