Inggris Akan Kerahkan Kapal Induk HMS Queen Elizabeth ke Jepang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk Royal Navy, HMS Queen Elizabeth, ditarik oleh kapal tunda saat tiba di pangkalan Angkatan Laut Portsmouth, Inggris 16 Agustus 2017. [REUTERS / Peter Nicholls]

    Kapal induk Royal Navy, HMS Queen Elizabeth, ditarik oleh kapal tunda saat tiba di pangkalan Angkatan Laut Portsmouth, Inggris 16 Agustus 2017. [REUTERS / Peter Nicholls]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris mengatakan pada Selasa akan secara permanen mengerahkan dua kapal perang di perairan Asia-Pasifik setelah kapal induk HMS Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya, berlayar ke Jepang pada September melalui laut di mana Cina bersaing untuk mendapatkan pengaruh dengan Amerika Serikat dan Jepang.

    Rencana kunjungan oleh kelompok tempur kapal induk itu dilakukan ketika Inggris memperdalam hubungan keamanan dengan Jepang, yang telah menyatakan kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir atas ambisi teritorial Cina di kawasan itu, termasuk Taiwan.

    "Menyusul penyebaran perdana kelompok tempur, Inggris akan secara permanen menugaskan dua kapal di kawasan itu mulai akhir tahun ini," kata menteri pertahanan Inggris, Ben Wallace, dalam pengumuman bersama di Tokyo dengan mitranya dari Jepang, Nobuo Kishi, dikutip dari Reuters, 21 Juli 2021.

    Setelah kedatangan mereka di Jepang, kata Kishi, HMS Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya akan berpisah ke pangkalan angkatan laut AS dan Jepang di sepanjang kepulauan Jepang.

    ADVERTISEMENT

    Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace disambut oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada awal pertemuan mereka di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 20 Juli 2021. [Franck Robichon/Pool via REUTERS]

    Dalam sebuah pernyataan tentang pengerahan itu, juru bicara Pentagon mengucapkan selamat kepada Inggris atas "komitmennya terhadap sekutu dan mitra, yang saling bekerja sama dan mendukung kebebasan navigasi dan tatanan berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik."

    Sebagai sekutu dekat AS, Jepang menjadi tuan rumah konsentrasi terbesar pasukan militer AS di luar Amerika Serikat, termasuk kapal, pesawat terbang, dan ribuan Marinir.

    Kapal-kapal Inggris tidak akan memiliki pangkalan permanen, kata juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Tokyo ketika ditanya dari pelabuhan mana kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris akan beroperasi.

    Sebagai tanda lebih lanjut dari keterlibatan regional Inggris, Wallace, yang melakukan perjalanan ke Jepang dengan delegasi komandan militer, mengatakan Inggris pada akhirnya juga akan mengerahkan Littoral Response Group, sebuah unit marinir yang dilatih untuk melakukan misi termasuk evakuasi dan operasi anti-terorisme.

    Pesawat F-35B Lightning II lepas landas dari kapal induk HMS Queen Elizabeth di lepas pantai Portugal, 27 Mei 2021. Fitur V/STOL sangat berguna saat pesawat berada di landasan pacu yang sangat pendek atau tidak ada sama sekali, seperti kapal induk yang lebih kecil. REUTERS/Bart Biesemans

    HMS Queen Elizabeth, kapal induk terbesar yang pernah dibuat Inggris, dikawal oleh dua kapal perusak, dua fregat, dua kapal pendukung dan kapal dari Amerika Serikat dan Belanda.

    Gugus tempur itu akan datang ke Jepang melalui Laut Cina Selatan, yang sebagian diklaim oleh Cina dan negara-negara Asia Tenggara, dengan pemberhentian di India, Singapura, dan Korea Selatan.

    Kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth, yang membawa jet siluman F-35B dalam pelayaran perdananya, akan berlabuh di Yokosuka, markas komando armada Jepang dan USS Ronald Reagan, satu-satunya kapal induk AS yang dikerahkan.

    Baca juga: Ukraina dan Rusia Memanas, Inggris Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...