PPKM Darurat di RI Diperpanjang, Bangladesh Malah Longgarkan Lockdown

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel tentara terlihat bertugas di sebuah ruas jalan saat pemberlakuan kebijakan karantina wilayah (lockdown) ketat COVID-19 di Dhaka, Bangladesh, pada 1 Juli 2021. Tentara ditugaskan untuk mengawasi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. (Xinhua)

    Personel tentara terlihat bertugas di sebuah ruas jalan saat pemberlakuan kebijakan karantina wilayah (lockdown) ketat COVID-19 di Dhaka, Bangladesh, pada 1 Juli 2021. Tentara ditugaskan untuk mengawasi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. (Xinhua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat. "Saat ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pelaksanaan PPKM sampai tanggal 25 Juli 2021," ujar Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam konferensi pers, Selasa, 20 Juli 2021. 

    Meski Indonesia memperpanjang PPKM darurat, hal berbeda dilakukan Bangladesh. Pemerintah setempat justru mencabut lockdown selama 15-23 Juli untuk menyambut perayaan Idul Adha 2021. Jutaan warga Bangladesh pun memanfaatkan pelonggaran tersebut dengan berbelanja dan bepergian.

    Mohammed Nijam adalah salah satu dari ratusan warga yang mengantre untuk naik feri dari Dhaka, ibu kota Bangladesh. Dia tahu bahwa virus covid-19 masih mengintai, namun Nijam tak punya pilihan lain untuk tinggal di Dhaka.

    “Saya harus membayar sewa rumah setiap bulan meskipun saya tidak punya pekerjaan,” katanya. Ia memutuskan untuk pulang kampung.

    Nijam adalah salah satu dari puluhan juta warga Bangladesh pergi selama sepekan pelonggaran lockdown pada hari raya Idul Adha. Penangguhan tersebut disorot para ahli kesehatan, yang mengingatkan akan memperburuk lonjakan kasus Covid-19. Sebab masuknya varian Delta yang sangat menular dikhawatirkan mendongkrak jumlah kasus.

    “Sudah ada kelangkaan tempat tidur dan ICU, sementara penyedia layanan kesehatan kami kelelahan,” kata Be-Nazir Ahmed, pakar kesehatan masyarakat dan mantan kepala Direktorat Kesehatan pemerintah.

    “Jadi jika situasinya memburuk dan lebih banyak pasien datang ke rumah sakit, hampir tidak mungkin untuk menangani krisis.”

    Bangladesh telah melakukan lockdown sejak 1 Juli 2021. Pasar dan transportasi massal berhenti beroperasi.

    Tentara dan penjaga perbatasan berpatroli di jalan-jalan. Ribuan orang ditangkap dan dipenjara karena melanggar lockdown.

    Meski telah melakukan lockdown, kematian akibat Covid-19 masih berkisar 200 setiap hari. Infeksi harian masih 11.000 kasus. Pejabat pemerintah belum menanggapi kritik terhadap pelonggaran tersebut.

    Baca: Menhan Israel Telepon Presiden Palestina Ucapkan Selamat Idul Adha

    AL JAZEERA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.