Ben and Jerry's Berhenti Jualan Es Krim di Wilayah Jajahan Israel, Ini Dampaknya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik Es Krim Ben and Jerry's di Israel (Sumber: Reuters/ Ronen Zvulun)

    Pabrik Es Krim Ben and Jerry's di Israel (Sumber: Reuters/ Ronen Zvulun)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produser Es Krim Ben and Jerry's memutuskan untuk tidak lagi menjual produknya di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Dikutip dari CNN, pihak Ben and Jerry's merasa berjualan es krim di wilayah penjajahan tidak sejalan dengan pesan liberal yang mereka usung.

    Sebagai catatan, Ben and Jerry's sudah lama berjualan di wilayah jajahan Israel, sejak 1987. Salah satu kota di mana produk mereka dijual adalah Tepi Barat (West Bank) yang sejatinya adalah wilayah Palestina. Nah, seiring dengan makin tegangnya konflik antara Palestina dan Israel, konsumen mendesak Ben and Jerry's untuk meninjau kembali bisnis mereka di sana.

    "Es Krim Ben and Jerry's tidak akan dijual lagi di Palestina begitu lisensi habis pada akhir 2022. Walau begitu, Es Krim Ben and Jerry's akan tetap di jual di Israel dengan kesepakatan berbeda," ujar keterangan pers Ben and Jerry's, dikutip dari CNN, Selasa, 20 Juli 2021.

    Ben and Jerry's melanjutkan bahwa mereka akan memperbarui keterangan di mana saja produk mereka dijual begitu lisensi berakhir. Apabila mengacu pada data PBB, soal wilayah Palestina yang diduduki Israel, maka es krim Ben and Jerry's tidak akan bisa ditemukan di Yerusalem Timur, Golan, dan juga Gaza selain Tepi Barat.

    Es Krim Ben and Jerry's (Sumber: Reuters/ Hannah McKay)

    Keputusan Ben and Jerry's mendapat kecaman dari Israel, bahkan dari PM Naftali Bennett. Menurut Bennett, keputusan Ben and Jerry's menarik peredaran dari wilayah Palestina yang diduki Israel sangat anti negaranya.

    Hal senada disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked. Bahkan, ia menyatakn Ben and Jerry's sekalian tidak berjualan es krim di Israel saja jika tidak mau berjualan di wilayah pendudukan seperti Tepi Barat.

    "Es Krim kalian tidak sejalan dengan selera kami. Kami akan tetap hidup tanpa es krim kalian," ujar Shaked, merespon keputusan Ben and Jerry's.

    Di Amerika, Duta Besar Israel Gilad Erdan mengaku sudah menyuarakan protes negaranya ke Pemerintah Amerika. Menurutnya, keputusan Ben and Jerry's seperti keputusan AirBnB saat tak lagi melayani pemesanan akomodasi di wilayah pendudukan Israel, 2018.

    "Langkah cepat perlu diambil untuk membalas keputusan-keputusan yang diskriminatif dan anti-semit itu," ujar surat protes Pemerintah Israel ke Amerika. Unilever, selaku pemilik brand Ben and Jerry's belum memberikan komentar baru per berita ini ditulis.

    Baca juga: Es Krim Ben & Jerry's Berhenti Pasarkan Produk di Wilayah Pendudukan Israel

    ISTMAN MP | REUTERS | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.