Pelaku Pembunuhan Bocah di Singapura Baru Berumur 16 Tahun, Diduga Sakit Jiwa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah menahan seorang remaja yang diduga menjadi pelaku pembunuhan bocah 13 tahun di Singapura. Remaja berusia 16 tahun itu diduga menghabisi nyawa bocah lelaki tersebut dengan kapak di toilet sekolah. Polisi Singapura mengatakan pelaku ditangkap karena diduga terlibat dalam insiden tersebut.

    Kasus ini berawal ketika polisi mendapat panggilan telepon darurat sekitar pukul 11.40 pada hari Senin, 19 Juli 2021. Polisi menerima panggilan bantuan di 6 Boon Lay Avenue.

    Ketika petugas tiba di tempat kejadian, seorang anak berusia 13 tahun ditemukan tergeletak tak bergerak dengan beberapa luka di toilet di sekolah elit tersebut. Siswa Sekolah Menengah Pertama ini pun kemudian dinyatakan meninggal di tempat kejadian oleh paramedis SCDF.

    "Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa kedua remaja laki-laki itu tidak saling kenal," kata polisi dalam keterangan tertulisnya. Dia menambahkan bahwa kapak disita sebagai barang bukti. Polisi masih menyelidiki motif penyerangan dan dugaan pelaku sakit jiwa.

    Pelaku pembunuhan yang merupakan siswa sekolah menengah tingkat empat itu berusia 16 tahun. Ia akan didakwa di pengadilan pada hari Selasa, 20 Juli 2021 karena pembunuhan.

    Polisi akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini. Fakta-fakta lengkap akan diungkapkan di pengadilan.

    "Menunggu proses pengadilan, polisi ingin masyarakat menahan diri tidak berspekulasi tentang kasus ini dan menghormati keluarga almarhum," polisi Singapura.

    Menurut orang tua yang berbicara dengan Channel News Asia setelah insiden itu, para siswa sudah diberi pengarahan tentang apa yang terjadi. Namun kejadian rinci tak diungkapkan ke publik.

    CNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.