Afganistan Menarik Duta Besar di Pakistan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KAA, Bendera nasional Pakistan. Wikipedia.org

    KAA, Bendera nasional Pakistan. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Afganistan menarik duta besarnya dan sejumlah diplomat negara itu dari Pakistan menyusul kejadian penculikan terhadap anak duta besar. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Afganistan pada Minggu, 18 Juli 2021 waktu setempat, dimana keputusan ini dikhawatirkan akan menjadi hambatan di saat Afganistan ingin mewujudkan perdamaian.

    “Pemerintah Afganistan memanggil agar duta besar dan diplomat senior yang ada di Ibu Kota Kabul sampai ancaman keamanan hilang sepenuhnya, termasuk penahanan dan menjatuhkan hukuman kepada para pelaku (penculikan),” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Afganistan.

    Menanggapi sikap Afganistan itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyayangkan keputusan tersebut dan berharap Pemerintah Afganistan mau mempertimbangkannya lagi.

    “Menteri Luar Negeri sudah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Afganistan untuk Pakistan pada hari ini guna menyoroti langkah-langkah Pemerintah Afganistan dan meyakinkan pada Duta Besar kalau Pakistan sepenuhnya bekerja sama,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

    Kementerian Dalam Negeri Pakistan sebelumnya pada Sabtu lalu, 10 Juli 2021, mengatakan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan telah menjadikan kasus penculikan putri Duta Besar Afganistan sebagai prioritas pemerintahannya dan meminta pada jajarannya untuk menangkap para pelaku dalam tempo 48 jam.

    Pakistan telah menjadi salah satu mediator dalam proses perdamaian Afganistan, di mana pemberontakan kelompok radikal Taliban sudah mengambil alih teritorial Afganistan dalam tempo beberapa pekan saja sejak Presiden Amerika Serikat Joe Biden setuju menarik pasukannya per-11 September mendatang.

                

    Baca juga: Uni Emirat Arab Resmikan Kantor Kedutaan Besar di Israel

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.