Vaksin Virus Corona untuk Anak di Inggris Masih Tarik-Ulur

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa tiba di Sekolah Dasar Holne Chase pada hari pertama sekolah mereka, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Milton Keynes, Inggris, 3 September 2020. [REUTERS / Andrew Boyers]

    Para siswa tiba di Sekolah Dasar Holne Chase pada hari pertama sekolah mereka, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Milton Keynes, Inggris, 3 September 2020. [REUTERS / Andrew Boyers]

    TEMPO.CO, Jakarta - Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) meyakinkan pada sejumlah menteri agar menolak imunisasi vaksin virus corona pada anak-anak di Inggris hingga ada bukti lebih lanjut. Hal itu dipublikasi oleh surat kabar the Telegraph pada Sabtu, 17 Juli 2021   

      

    Dalam pemberitaan itu disebutkan pula vaksin virus corona akan ditawarkan pada anak-anak usia 12 tahun dan 15 tahun, yang rentan tertular virus corona atau yang tinggal bersama orang dewasa, yang rentan tertular virus corona.

    Papan informasi publik untuk menggalakkan upaya pencegahan COVID-19 terlihat di Leeds, Inggris, pada 5 November 2020. Inggris memasuki karantina wilayah (lockdown) selama sebulan mulai Kamis (5/11) untuk meredam merebaknya kembali penularan coronavirus. (Xinhua/Jon Super)

    Imunisasi vaksin virus corona juga akan ditawarkan pada remaja usia 17 tahun, yang tiga bulan lagi akan berulang tahun yang ke-18. Pemberitaan the Telegraph melaporkan Joint Committee on Vaccination and Immunisation akan mengevaluasi kemungkinan memberikan imunisasi vaksin virus corona pada semua kelompok anak.  

    Merespon komite tersebut, Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan mereka belum mengambil keputusan apa pun mengenai apakah anak usia 12 tahun sampai 17 tahun sudah bisa mendapatkan imunisasi vaksin virus corona.

    Inggris pada Sabtu, 17 Juli 2021, melaporkan ada 54.674 kasus baru infeksi virus corona. Jumlah itu naik dibanding sehari sebelumnya, yang tercatat sebanyak 51.870 kasus. Dua catatan kasus harian tersebut adalah tertinggi dalam enam bulan terakhir.

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson rencananya akan menghapuskan larangan pembatasan kegiatan masyarakat pada 19 Juli mendatang. Johnson mengatakan vaksin virus corona telah memutuskan rantai infeksi dan penyakit serius atau kematian.

            

    Kematian akibat Covid-19 di Inggris adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Namun dua-per-tiga populasi orang dewasa di Inggris sudah mendapat dua dosis suntik vaksin virus corona.

    Baca juga: Inggris Batal Longgarkan Kebijakan Karantina Pendatang dari Prancis

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.