Pasangan Transgender di Kamerun Cerita 5 Bulan Hidup di Penjara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patricia dan Shakiro, pasangan transgender di Kamerun menceritakan pengalaman hidup lima bulan dalam bilik penjara. Mereka menggambarkannya sebagai neraka, yang tidur pun kaki dirantai. Sumber: Reuters

    Patricia dan Shakiro, pasangan transgender di Kamerun menceritakan pengalaman hidup lima bulan dalam bilik penjara. Mereka menggambarkannya sebagai neraka, yang tidur pun kaki dirantai. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan transgender dari Kamerun Shakiro dan Patricia menceritakan pengalaman lima bulan hidup dalam penjara sebagai transgender. Mereka dikurung dalam sel khusus perempuan di negara itu atas tuduhan menggunakan pakaian perempuan di tempat umum.

    Pada Jumat, 16 Juli 2021, kedua pasangan itu menceritakan pada Reuters, mereka meninggalkan penjara Doula di Kamerun menggunakan sebuah taksi setelah hakim memerintahkan pembebasan mereka hingga pengadilan banding digelar. Pada pengadilan tingkat pertama mereka dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

    Patricia dan Shakiro, pasangan transgender di Kamerun menceritakan pengalaman hidup lima bulan dalam bilik penjara. Mereka menggambarkannya sebagai neraka, yang tidur pun kaki dirantai. Sumber: Reuters

    Shakiro dan Patricia ditahan pada 8 Februari 2021 saat keduanya sedang makan di restoran dengan menggunakan busana perempuan. Mereka lalu dituduh memamerkan homoseksualitas di depan publik dan hukuman diperberat karena keduanya tidak membawa kartu identitas.   

    Mereka menceritakan kehidupan dibalik jeruji besi sebagai transgender. Mereka dipaksa tidur dalam kondisi kedua kaki dirantai.

       

    “Penjara itu seperti neraka, khususnya ketika mereka tahu kamu adalah homoseksualitas,” kata Shakiro, yang seorang aktris di Kamerun dengan ribuan followers di media sosial.

    Menurut Shakiro, sipir penjara akan merantai kedua kakinya, hal yang menurutnya tidak normal. Jika ingin rantai itu dilepas sesaat, mereka harus membayar uang.

    Juru bicara Kementerian Kehakiman Kamerun menolak berkomentar atas pengakuan Shakiro ini. Sejumlah aktivis HAM mengatakan penahanan pada Shakiro dan Patricia menggambarkan kriminalisasi terhadap orang dengan kecenderungan seksual, meningkat. Sidang banding Shakiro dan Patricia rencananya akan diputuskan pada September 2021.    

    “Ini hari yang paling indah dalam hidup saya karena saya tidak menyangka mereka akan keluar dari penjara dalam kondisi sehat,” kata Josephine Njeukam, ibu Shakiro.

          

    Baca juga: Kisah Waria di Jakarta: Kehilangan Pekerjaan Kini Menjadi Pengusaha Kuliner

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.