Vaksin Covid-19 Buatan China Ini Diklaim Mampu Jaga Efek Varian Delta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberikan vaksin Yellow Fever kepada prajurit KRI Bima Suci dalam rangka persiapan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) di Dermaga Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 16 Juli 2021. Vaksin yellow fever merupakan salah satu vaksin yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan RI dalam perjalanan Internasional. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberikan vaksin Yellow Fever kepada prajurit KRI Bima Suci dalam rangka persiapan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) di Dermaga Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 16 Juli 2021. Vaksin yellow fever merupakan salah satu vaksin yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan RI dalam perjalanan Internasional. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti China mengklaim vaksin Covid-19 yang dikembangkan unit Produk Biologi Chongqing Zhifei, mampu mempertahankan efek penetral terhadap varian Delta, meski sedikit berkurang.

    Para ilmuwan meneliti apakah varian Delta membuat vaksin dan perawatan Covid-19 tidak mencukupi. Virus Covid-19 varian delta diketahui lebih menular daripada varian asli virus corona baru.

    Pengujian dilakukan terhadap partikel yang meniru varian Delta asli dengan sampel serum orang yang sudah divaksinasi dengan rejimen tiga dosis Zhifei. Hasilnya terdapat pengurangan 1,2 kali lipat dalam efek menetralkan varian delta dibandingkan dengan varian lama.

    Hasil penelitian itu diterbitkan dalam makalah kemarin. Namun para peneliti memperingatkan bahwa masih diperlukan uji klinis di dunia nyata, untuk menentukan seberapa baik dampak vaksin tersebut untuk mencegah varian Delta.

    Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel dari 28 orang. Para responden yang menerima dosis ketiga pada interval yang lebih lama antara suntikan kedua, menunjukkan aktivitas yang lebih besar terhadap varian delta.

    Lebih dari 100 juta dosis vaksin Zhifei atau ZF2001 telah disetujui untuk penggunaan darurat di China dan Uzbekistan. Penulis makalah termasuk peneliti dari Institute of Microbiology di Chinese Academy of Sciences, yang bersama-sama mengembangkan vaksin dengan unit Zhifei, dan institusi China lainnya.

    Baca: Studi: Vaksin BioNTech Hasilkan Antibodi 10 Kali Lebih Banyak dari Sinovac

    REUTERS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.