Top 3 Dunia: Satu Keluarga Terinfeksi Covid-19, WHO Ingatkan Varian Baru

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre untuk menjalani tes usap (swab) COVID-19 di Rawang, Selangor, Malaysia, Kamis, 20 Mei 2021.  (Xinhua/Chong Voon Chung)

    Orang-orang mengantre untuk menjalani tes usap (swab) COVID-19 di Rawang, Selangor, Malaysia, Kamis, 20 Mei 2021. (Xinhua/Chong Voon Chung)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler dunia sepanjang hari kemarin, Jumat, 16 Juli 2021 tentang satu keluarga di Malaysia yang tertular Covid-19 varian delta, padahal tak pernah kemana-mana sejak April lalu. Berita lainnya adalah itu Dirjen Kesehatan Malaysia sebut varian Delta bisa menyebar di udara 15 detik. Terakhir berita tentang peringatan WHO bahwa virus Covid-19 bisa bermutasi menjadi lebih berbahaya. 

    Berikut berita selengkapnya: 

    1. Satu Keluarga Tak Kemana-mana Tapi Terinfeksi Covid-19 Varian Delta, Kok Bisa?

    Noriah Bakar dan keluarganya menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Malaysia sejak April lalu. Namun wanita berusia 36 tahun itu mengatakan bahwa suami dan dua putranya dites positif Covid-19 varian Delta pekan lalu.

    Tes dilakukan ketika Malaysia berjuang menahan laju infeksi Covid-19 di negara tersebut. Rekor tertinggi pada Rabu, 14 Juli 2021 adalah 11.618 kasus baru sehingga total kumulatif sejauh ini menjadi 867.567.

    “Kami tercengang karena sejak pertengahan April, suami saya hanya keluar sekali untuk mengambil dokumen kerja, dan saya hanya keluar rumah dua kali sekitar tiga minggu yang lalu untuk janji vaksinasi dan membeli roti,” ibu rumah tangga dari Subang Jaya, di negara bagian Selangor, kepada The Straits Times.

    "Kami sangat bergantung pada layanan online untuk bahan makanan meskipun menghabiskan banyak uang," katanya.

    Kepala kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah memperingatkan pada hari Selasa bahwa jumlah kasus baru dapat meningkat selama dua minggu ke depan karena varian Delta yang sangat menular. Varian delta ini mudah ditularkan melalui udara dan telah terdeteksi di hampir setiap negara bagian.

    Pertama kali diidentifikasi di India, varian Delta 55 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha, yang berasal dari Inggris. Varian ini 50 persen lebih mudah menular dibandingkan varian pertama yang terdeteksi di Wuhan, Cina.

    Baca di sini untuk selengkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.