Biasa Tutup, Kini Toko di Arab Saudi Tetap Beroperasi Saat Waktu Salat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melewati pertokoan di sebuah mal di Riyadh, Arab Saudi, 2 Mei 2020. Arab Saudi mulai melonggarkan aturan lockdown serta memperbolehkan pusat berbelanjaan dan toko kembali buka. REUTERS/Ahmed Yosri

    Pengunjung melewati pertokoan di sebuah mal di Riyadh, Arab Saudi, 2 Mei 2020. Arab Saudi mulai melonggarkan aturan lockdown serta memperbolehkan pusat berbelanjaan dan toko kembali buka. REUTERS/Ahmed Yosri

    TEMPO.CO, Jakarta - Toko-toko dan tempat komersial di Arab Saudi tetap beroperasi selama waktu salat. Surat edaran itu dikeluarkan oleh Federasi Kamar Dagang Saudi pada hari Kamis, 15 Juli 2021.

    Federasi menjelaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari tindakan untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu memastikan kesehatan dan keselamatan pembeli dan pelanggan.

    Keputusan Arab Saudi membuka toko saat adzan ini bertujuan pula menghindari keramaian dan pertemuan di dekat toko ketika mereka tutup selama waktu salat.

    Dalam sebuah pernyataan, federasi mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada pembeli dan klien.

    Federasi mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah melakukan koordinasi yang diperlukan dengan otoritas terkait. “Kami berharap toko akan dibuka dan melakukan kegiatan komersial dan ekonomi sepanjang jam kerja, menerima pembeli dan pelanggan,” kata federasi dalam surat edaran ke toko-toko dan perusahaan komersial.

    Toko-toko di Arab Saudi telah diinstruksikan untuk membuat pengaturan yang diperlukan dan mengambil tindakan tepat untuk mengatur pekerjaan dan memberikan layanan secara bergilir di antara para pekerja. Caranya dengan tidak menghalangi pekerja, pembeli dan pelanggan dalam melaksanakan salat.

    Baca: Arab Saudi Akhirnya Buka Pintu Bagi Penerima Vaksin Sinovac

    SAUDI GAZETTE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.