Joe Biden dan Merkel Kompak Hadapi Tekanan Rusia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel berpose untuk foto bersama di KTT G7, di Carbis Bay, Inggris, 11 Juni 2021. [Patrick Semansky/Pool via REUTERS]

    Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel berpose untuk foto bersama di KTT G7, di Carbis Bay, Inggris, 11 Juni 2021. [Patrick Semansky/Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu di Washington pada Kamis, 15 Juli 2021. Pertemuan itu dilakukan sebelum Merkel mundur dari jabatannya pada musim gugur ini.

    Hubungan Amerika Serikat dan Jerman sempat memanas karena pipa gas Rusia, yang disebut Nord Stream 2. "Saya mengulangi kekhawatiran tentang Nord Stream 2, Kanselir Merkel dan saya satu suara bahwa Rusia tidak diizinkan menggunakan energi sebagai senjata untuk memaksa atau mengancam tetangganya," kata Biden dalam konferensi pers bersama bersama Merkel.

    Joe Biden melanjutkan, bahwa pandangannya tentang Nord Stream 2 sudah diketahui sejak lama. "Teman baik boleh saja tidak setuju, tapi saat saya menjadi presiden, sudah 90 persen selesai dan pengenaan sanksi sepertinya tidak masuk akal," kata Biden.

    Sebaliknya, ujar Biden, ia dan Angela Merkel sama-sama meminta timnya untuk untuk melihat langkah-langkah praktis yang dapat diambil bersama. "Dan apakah keamanan energi Eropa, keamanan Ukraina benar-benar diperkuat atau melemah berdasarkan tindakan Rusia," katanya.

    Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan dalam pertemuan itu Biden dan Merkel membahas pula tentang perubahan iklim, vaksin Covid-19, serangan siber Rusia dan demokrasi di Ukraina.

    Kunjungan itu dilakukan tiga bulan sebelum Merkel meninggalkan jabatannya pada pada Oktober. Merkel telah menjadi orang nomor satu di Jerman selama lebih dari 15 tahun.

    Joe Biden adalah presiden AS keempat yang bertemu dengan Merkel. Pada Kamis, 15 Juli 2021, Angela Merkel mengatakan pertemuan ini menandai kunjungannya yang ke-23 ke Washington sejak menjadi kanselir.

    Baca: Joe Biden Tolak Permintaan Kirim Pasukan AS ke Haiti

    CNN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.