Joe Biden Tolak Permintaan Kirim Pasukan AS ke Haiti

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lubang peluru di jendela mobil keamanan kepresidenan terlihat di tempat parkir kediaman mendiang Presiden Jovenel Moise di Port-au-Prince, Haiti, 15 Juli 2021. Motif dari pembunuhan itu belum diketahui, namun 17 pelakunya telah ditangkap dan sekarang diinterogasi. REUTERS/Ricardo Arduengo

    Lubang peluru di jendela mobil keamanan kepresidenan terlihat di tempat parkir kediaman mendiang Presiden Jovenel Moise di Port-au-Prince, Haiti, 15 Juli 2021. Motif dari pembunuhan itu belum diketahui, namun 17 pelakunya telah ditangkap dan sekarang diinterogasi. REUTERS/Ricardo Arduengo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa AS akan meningkatkan keamanan di kedutaan besarnya di Haiti setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada pekan lalu. Namun AS tidak akan mengirimkan tentara ke sana untuk menstabilkan negara tersebut.

    Pemerintah sementara Haiti pekan lalu meminta AS dan PBB mengerahkan pasukan guna melindungi infrastruktur utama menyusul pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Joe Biden mengisyaratkan dia tidak bersedia.

    “Kami hanya mengirim Marinir Amerika ke kedutaan kami,” kata Joe Biden. "Gagasan mengirim pasukan Amerika ke Haiti tidak ada dalam agenda," ujarnya, Kamis, 15 Juli 2021.

    Mathias Pierre, menteri pemilihan Haiti, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia yakin permintaan kepada AS untuk menaruh pasukan di Haiti relevan dilakuan. Sebab Haiti berada dalam situasi rawan dan adanya kebutuhan untuk menciptakan lingkungan yang aman hingga pemilihan presiden yang dijadwalkan dalam 120 hari mendatang.

    Pierre juga mengatakan komentar Biden bahwa pengiriman pasukan AS tidak ada dalam agenda, namun sebenarnya opsi tersebut masih terbuka. “Kemungkinannya masih terbuka, situasi terkini akan menentukan hasilnya,” kata Pierre.

    Pemerintah melakukan segala hal yang bisa menstabilkan negara, kembali ke lingkungan normal dan menyelenggarakan pemilu sambil mencoba mencapai kesepakatan dengan sebagian besar partai politik.

    Permintaan intervensi AS di Haiti merujuk pada kejadian 1915 silam. Saat itu keributan besar terjadi di Haiti setelah pembunuhan presiden terakhir Haiti. Massa yang marah menyeret Presiden Vilbrun Guillaume Sam keluar dari Kedutaan Besar Prancis dan memukulinya sampai mati.

    Presiden Amerika Serikat saat itu Woodrow Wilson mengirim Marinir ke Haiti, mengukuhkan pendudukan militer Amerika, yang berlangsung hampir dua dekade, untuk mencegah anarki.

    Baca: Presiden Kolombia Sebut Sebagian Pengawal Tahu Plot Pembunuhan Presiden Haiti

    AP 

    AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.