Dirjen Kesehatan Malaysia Sebut Varian Delta Bisa Menyebar di Udara 15 Detik

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana jalanan Kuala Lumpur saat penerapan lockdown di Malaysia, 1 Juni 2021. Malaysia memberlakukan lockdown nasional selama dua pekan akibat melonjaknya kasus Covid-19 di negara tersebut. Xinhua/Chong Voon Chung

    Suasana jalanan Kuala Lumpur saat penerapan lockdown di Malaysia, 1 Juni 2021. Malaysia memberlakukan lockdown nasional selama dua pekan akibat melonjaknya kasus Covid-19 di negara tersebut. Xinhua/Chong Voon Chung

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia pada Kamis mengatakan strain baru Covid-19, atau yang dikenal varian Delta, sangat menular dan bisa menyebar di udara dalam waktu 15 detik.

    Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan lonjakan infeksi sejak 26 Juni sebagian besar disebarkan oleh varian Delta, dan meminta masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang lebih besar.

    "Kalau dilihat dari daya tular virus normal, R0 atau Rt antara 2.5 dan 3.0, tetapi R0 atau Rt untuk varian Delta atau varian yang kami identifikasi jauh lebih tinggi, yaitu antara 5.0 dan 8.0," kayanya, dikutip dari Malay Mail, 16 Juli 2021.

    Artinya, jika 100 orang terinfeksi, dalam masa inkubasi yang singkat dapat menginfeksi antara 500 hingga 800 orang," lanjut Dr. Noor Hisham Abdullah dalam konferensi pers hari Kamis.

    Dia mengatakan para ahli sebelumnya memperkirakan bahwa virus dapat ditularkan ke orang terdekat yang berjarak kurang dari satu meter dalam waktu 15 menit.

    "Kami diberitahu bahwa dengan varian baru ini sekarang, infeksi dapat terjadi hanya dalam waktu 15 detik, dan juga karena ditularkan melalui udara," kata Dr. Noor Hisham.

    Orang-orang menerima dosis vaksin Sinovac untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) di truk vaksinasi di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Juli 2021. [REUTERS/Lim Huey Teng]

    Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Malaysia juga mengumumkan akan menghentikan penggunaan vaksin Sinovac setelah pasokannya habis. Untuk mengganti senjata melawan varian Covid-19 baru, Menteri Adham Baba mengatakan Malaysia akan menggunakan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech untuk vaksinasi nasional.

    Malaysia telah mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech, cukup untuk mencakup 70% populasi, dibandingkan dengan 16 juta dosis suntikan Sinovac, kata para pejabat, Reuters melaporkan.

    "Sekitar setengah dari 16 juta sudah didistribusikan, jadi sisanya akan digunakan untuk menutupi dosis kedua," kata Adham.

    "Bagi yang belum divaksinasi, mereka akan menerima vaksin Pfizer."

    Pemerintah sebelumnya mengatakan telah mengamankan 12 juta dosis vaksin Sinovac, sebagai bagian dari kesepakatan yang akan membuat perusahaan terkait negara Pharmaniaga melakukan proses pengisian dan penyelesaian vaksin untuk distribusi lokal.

    Malaysia pada hari Selasa mengumumkan langkah-langkah baru untuk mendukung sistem kesehatan masyarakatnya yang menghadapi tekanan ketika melaporkan rekor kenaikan baru pada Selasa kemarin, didorong oleh varian Delta yang sangat menular.

    Wabah di Malaysia sebagian besar didorong oleh varian Delta, sekarang jenis virus corona yang dominan di negara itu, kata Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan pada konferensi pers dengan pejabat kesehatan tinggi lainnya pada Selasa.

    Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Adham Baba pada Jumat mengatakan jumlah dosis vaksin harian yang diberikan terus meningkat kemarin, dengan total 460.158 suntikan, menjadikannya yang tertinggi sejauh ini.

    Berdasarkan infografis yang dibagikan di Twitter-nya, dia mengatakan 304.807 orang menerima dosis pertama kemarin, dan 155.351 dosis diberikan kepada penerima dosis kedua, kantor berita Malaysia Bernama melaporkan.

    Ini menjadikan jumlah total dosis vaksin Covid-19 yang diberikan di bawah Program Imunisasi Nasional Covid-19 Malaysia, yang diterapkan sejak 24 Februari lalu, menjadi 13.107.716 dosis.

    Baca juga: Selain Indonesia, Negara-negara Ini juga Catat Rekor Kenaikan Covid-19

    MALAY MAIL | REUTERS | BERNAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.