Wali Kota London Minta Warga Tetap Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berjalan di Jembatan Milenium dengan latar pemandangan Katedral St. Paul di London, Inggris, Sabtu, 1 Agustus 2020. Pemerintah Inggris pada Jumat lalu mengumumkan penundaan pelonggaran beberapa langkah pembatasan menyusul jumlah infeksi coronavirus yang meningkat. (Xinhua/Han Yan)

    Orang-orang berjalan di Jembatan Milenium dengan latar pemandangan Katedral St. Paul di London, Inggris, Sabtu, 1 Agustus 2020. Pemerintah Inggris pada Jumat lalu mengumumkan penundaan pelonggaran beberapa langkah pembatasan menyusul jumlah infeksi coronavirus yang meningkat. (Xinhua/Han Yan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan masker bagi masyarakat London akan tetap menjadi kewajiban saat menaiki transportasi umum. Hal itu diingatkan oleh Wali Kota London Sadiq Khan pada Rabu, 14 Juli 2021, saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana mencabut sebagian besar aturan pembatasan ruang gerak demi menghentikan penyebaran virus corona.

    Daripada dipaksa secara hukum, masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker saat berada di dalam ruangan ketika banyak aturan akan dilonggarkan oleh pemerintah pusat pada 19 Juli mendatang.       

    Orang-orang yang memakai masker wajah berjalan di tepi Sungai Thames ditengah wabah virus corona, London, Inggris, 10 Mei 2020. [REUTERS / Henry Nicholls]

    Khan yang mengendalikan wilayah Ibu Kota London meyakinkan pihaknya akan meminta warga yang mau menaiki bus, kereta dan kendaraan umum lainnya, agar tetap menggunakan masker demi mempertahankan penurunan angka positif Covid-19.

    “Saya belum siap untuk menempatkan warga London dan pemulihan kota kita dalam risiko. Untuk itu, setelah mempertimbangkan dengan hati-hati saya memutuskan meminta TfL (transportasi umum di London) agar tidak mengubah aturan mereka, yakni meminta para penumpang menggunakan masker ketika aturan nasional berubah,” kata Khan.

    Pemerintah Inggris sangat yakin telah memutus keterkaitan kasus Covid-19 dengan penyakit serius dan kematian akibatnya. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan sejumlah ilmuwan dan ahli kesehatan masyarakat, yang mendesak ada kewaspadaan yang lebih besar di tengah waswas naiknya angka harian positif Covid-19 yang bisa menembus 100 ribu kasus.

    Baca juga: Luhut Beberkan Bantuan Asing ke RI: Masker Singapura, Oksigen Konsentrator Cina      

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.