Melbourne Lockdown 5 Hari Setelah Infeksi Covid-19 Menyebar dari Sydney

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre di luar pusat vaksinasi Covid-19 di Sydney Olympic Park di Sydney, Australia, 14 Juli 2021. [REUTERS/Jane Wardell]

    Orang-orang mengantre di luar pusat vaksinasi Covid-19 di Sydney Olympic Park di Sydney, Australia, 14 Juli 2021. [REUTERS/Jane Wardell]

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara bagian Victoria di Australia diperintahkan untuk melakukan lockdown selama lima hari pada Kamis menyusul temuan infeksi Covid-19, bergabung dengan Sydney ketika dua wilayah populasi terpadat negara itu memerangi wabah varian Delta yang sangat menular.

    Sejak Kamis tengah malam, negara bagian yang berpenduduk 6,6 juta orang itu diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali untuk berbelanja bahan makanan, pekerjaan penting, olahraga, perawatan kesehatan, dan vaksinasi, menurut Reuters, 15 Juli 2021.

    Lockdown di kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, adalah yang kelima sejak pandemi dimulai satu setengah tahun yang lalu.

    Gubernur Victoria Daniel Andrews telah mengonfirmasi lockdown cepat di seluruh Victoria setelah dua kasus Covid-19 lokal dicatat Kamis sore, ABC melaporkan. Temuan itu membawa total kasus wabah negara bagian Victoria menjadi 18 kasus.

    ADVERTISEMENT

    Dikombinasikan dengan perintah tinggal di rumah yang sudah berlaku di Sydney, tindakan itu berarti hampir setengah dari 25 juta penduduk Australia berada di bawah lockdown.

    "Anda hanya mendapatkan satu kesempatan untuk bekerja keras dan melaju cepat," kata Gubernur Victoria Daniel Andrews dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

    "Jika Anda menunggu, jika Anda bingung, jika Anda ragu, maka Anda akan selalu melihat ke belakang berharap Anda telah melakukannya lebih awal. Saya lebih baik lockdown lima hari sekarang untuk menghindari lockdown lima minggu atau lima bulan nanti," katanya.

    Andrews mengatakan dia tidak dapat menjamin bahwa lockdown akan berakhir Selasa depan, tetapi mengatakan dia akan bekerja untuk mengeluarkan negara bagian dari lockdown dalam lima hari.

    "Saya meminta maaf kepada semua warga Victoria bahwa (lockdown) ini perlu," katanya.

    Seorang perempuan berjalan melewati tanda "Stay Safe Melbourne" di jalan pusat kota yang sebagian besar kosong pada hari pertama lockdown tujuh hari ketika negara bagian Victoria berupaya mengekang penyebaran wabah Covid-19, di Melbourne, Australia, 28 Mei 2021. [REUTERS/Sandra Sanders]

    Melbourne menghabiskan sekitar sepertiga tahun 2020 di bawah jam malam sebagai pusat wabah awal negara itu, menderita sebagian besar dari 31.400 kasus Australia dan 912 kematian hingga saat ini.

    Tetapi Melbourne sebagian besar telah menghindari infeksi baru, sementara wabah baru di pinggiran pantai Sydney, 900 km utara dari Melbourne, dengan cepat menyebar ke kota itu dan daerah sekitarnya bulan lalu.

    Wabah baru di Melbourne muncul ketika sekelompok pemindah furnitur Sydney melakukan perjalanan ke Melbourne yang kemudian menularkan virus ke gedung apartemen di Melbourne.

    Pada hari Kamis, puluhan tempat Melbourne terdaftar sebagai tempat yang terpapar virus termasuk pusat perbelanjaan, rute transportasi umum dan stadion Melbourne Cricket Ground yang terkenal selama pertandingan sepak bola yang dihadiri oleh ribuan orang.

    Setelah hampir dua minggu tanpa kasus baru, negara bagian telah mencatat 18 infeksi baru dalam dua hari terakhir, mengkhawatirkan pihak berwenang yang telah menekankan betapa mudahnya varian Delta menular bahkan di antara kontak yang lewat.

    Negara bagian Australia Selatan yang bersebelahan memperkenalkan kembali karantina wajib bagi orang-orang yang datang dari Victoria, sementara negara tetangga Selandia Baru juga menangguhkan kedatangan bebas karantina dari negara bagian tersebut.

    Dengan jeda "gelembung perjalanan" yang sudah ada di New South Wales, sebagian besar penerbangan langsung antarnegara sekarang dihentikan secara efektif.

    Lockdown Victoria terjadi ketika otoritas New South Wales melaporkan penurunan dalam kasus harian, mendorong harapan bahwa lockdown di Greater Sydney sejak 26 Juni tidak akan diperpanjang melampaui tanggal akhir yang dijadwalkan akhir bulan ini.

    "Sementara jumlah kasus naik, kami melihat stabilisasi. Mereka tidak melonjak secara eksponensial," kata Gubernur New South Wales Gladys Berejiklian di Sydney.

    Berejiklian menggambarkan jumlah kasus baru menurun, tetapi memperingatkan infeksi dapat meningkat karena meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi yang bergerak di sekitar masyarakat, terutama di barat daya Sydney.

    Jumlah kasus masih perlu turun secara signifikan agar kota dapat keluar dari lockdown, mengingat 28 dari 65 infeksi baru yang dilaporkan adalah orang-orang yang aktif di masyarakat, katanya.

    Dari lebih dari 900 orang di New South Wales yang telah terinfeksi selama wabah terbaru, 73 telah dipindahkan ke rumah sakit, dengan 19 orang dalam perawatan intensif. Dua kematian telah dilaporkan, yang pertama untuk negara itu tahun ini.

    Perdana Menteri Scott Morrison, di bawah tekanan karena peluncuran vaksinasi yang lambat.

    Lebih dari 12% populasi orang dewasa Australia yang berjumlah sekitar 20,5 juta telah divaksinasi lengkap, dengan para pejabat mengubah saran medis untuk vaksin dan kendala pasokan.

    Scott Morrison telah meminta para pemimpin negara bagian pada pertemuan kabinet pandemi pada Jumat untuk mendukung program baru pembayaran bantuan untuk bisnis yang terkena dampak lockdown.

    "Lockdown harus menjadi pilihan terakhir tetapi terkadang dengan varian Delta Anda mencapai posisi itu jauh lebih cepat daripada sebelumnya", kata Scott Morrison.

    Baca juga: Virus Corona di Sydney Sudah Menyebar ke Luar Wilayah

    REUTERS | ABC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...