Haiti Minta Amerika Jaga Infrastruktur Kunci Usai Pembunuhan Presiden Moise

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berdiri di samping mobil polisi dan barisan polisi kuning di dekat kediaman Presiden Haiti Jovenel Moise setelah dia ditembak mati oleh penyerang tak dikenal, di Port-au-Prince, Haiti, 7 Juli 2021. [REUTERS/Estailove St-Val]

    Orang-orang berdiri di samping mobil polisi dan barisan polisi kuning di dekat kediaman Presiden Haiti Jovenel Moise setelah dia ditembak mati oleh penyerang tak dikenal, di Port-au-Prince, Haiti, 7 Juli 2021. [REUTERS/Estailove St-Val]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengantisipasi serangan susulan usai pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise pada Rabu kemarin, Pemerintah Haiti meminta pengiriman pasukan militer dari Amerika. Dikutip dari kantor berita Reuters, Pemerintah Haiti ingin pasukan Amerika berjaga di infrastruktur-infrastruktur kunci.

    "Permintaan itu kami ajukan dalam pembicaraan antara Pelaksana Tugas Perdana Menteri Haiti Claude Joseph dan Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken pada Rabu kemarin," ujar Menteri Pemilu Haiti, Mathias Pierre, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Selain meminta bantuan dari Amerika, Pierre menyatakaan Pemerintah Haiti juga meminta pengiriman pasukan kepada Dewan Keamanan PBB. Walau begitu, Pierre tidak menjelaskan apakah kedua permintaan tersebut diiyakan atau tidak oleh Pemerintah Amerika dan PBB.

    Menurut laporan Reuters, Pemerintah Haiti juga mengirim surat ke Amerika soal permintaan bantuan tersebut. Isinya tidak berbeda, meminta pengiriman pasukan dari Amerika untuk membantu aparat lokal meningkatkan keamanan serta menjaga infrastruktur-infrastruktur kunci di seluruh penjuru Haiti.

    "Kami berada dalam situasi yang menyakini bahwa infrastruktur penting seperti pelabuhan, bandara, dan energi akan menjadi incaran berikutnya," ujar Pierre yang merasa keamanan juga perlu ditingkatkan di hari pemilu Haiti nanti, 26 September.

    Merespon permintaan Pemerintah Haiti, seorang pejabat senior Amerika menyatakan satuan militer mereka tidak memiliki rencana untuk mengirimkan bantuan ke Haiti untuk saat ini. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menyatakan akan mengkaji dulu permintaan dari Pemerintah Haiti.

    "Pengiriman pasukan, untuk alasan apapun, adalah hal yang harus diputuskan oleh ke-15 anggota Dewan Keamanan PBB," ujar perwakilan misi politik PBB di Haiti, Jose Luis Diaz.

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Jovenel Moise dibunuh oleh kelompok bersenjata, yang mengaku Badan Pemberantas Narkotika Amerika (DEA), pada Rabu kemarin. Ia tewas ditembak berkali-kali. Sekarang, pemerintahan dijalankan oleh Claude Joseph, namun menjadi perdebatan soal bagaimana pengganti Moise akan dipilih nantinya.

    Baca juga: Fakta Pembunuhan Presiden Haiti: Tewas Ditembak 12 Kali, Anak Sembunyi di Kamar

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.