Misteri Penembak Presiden Haiti Terungkap: Berbahasa Inggris dan Spanyol

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jovonel Moise, Presiden Haiti. Sumber: Reuters

    Jovonel Moise, Presiden Haiti. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Haiti Jovenel Moïse tewas dan istrinya terluka dalam serangan di rumah mereka di ibu kota negara, Port-au-Prince. Perdana Menteri Haiti sementara Claude Joseph mengatakan orang-orang bersenjata menyerbu kediaman presiden pada pukul 01:00 waktu setempat (05:00 GMT).

    Pelaku penembakan belum diketahui. Namun Joseph mengatakan para penyerang berbicara dalam bahasa Inggris dan Spanyol. "Penembakan itu adalah tindakan keji, tidak manusiawi dan barbar," ujarnya, Rabu, 7 Juli 2021.

    Moïse telah berkuasa sejak 2017, namun sejak lama dia dituntut mundur karena dugaan korupsi.

    Sejumlah kepala negara telah mengutuk penembakan tersebut. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunggah status di akun Twitter resminya bahwa dia terkejut dan sedih atas kematian Mr Moïse. Johnson menyebut tindakan tersebut menjijikkan. Sementara Gedung Putih menyebut pembunuhan itu sebagai kejahatan yang mengerikan.

    Ibu Negara Martine Moïse juga menjadi korban penembakan. Saat ini ia dirawat di rumah sakit tetapi kondisinya belum jelas.

    Baca: Detik-detik Penembakan Presiden Haiti oleh Pasukan Bersenjata

    BBC | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.