Afghanistan Ditinggalkan Tentara Amerika, Rusia Tawarkan Bantuan Pengganti

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komando Afganistan tiba untuk memperkuat pasukan keamanan di Faizabad, ibu kota provinsi Badakhshan, setelah Taliban merebut distrik lingkungan Badakhshan baru-baru ini, 4 Juli 2021. [Kementerian Pertahanan Afganistan//Handout via REUTERS]

    Komando Afganistan tiba untuk memperkuat pasukan keamanan di Faizabad, ibu kota provinsi Badakhshan, setelah Taliban merebut distrik lingkungan Badakhshan baru-baru ini, 4 Juli 2021. [Kementerian Pertahanan Afganistan//Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengungkapkan bahwa Kremlin (Pemerintah Pusat Rusia) terus memantau perkembangan Afghanistan - Taliban, terutama sejak Amerika menarik mundur pasukannya. Jika situasi pertempuran kedunya memburuk, Lavrov mengatakan negaranya siap membantu Afghanistan bertahan.

    Salah satu bantuan yang bisa diberikan, kata Lavrov, adalah penggunaan pangkalan militernya di Tajikistan. Lavrov berkata, pangkalan terbesar Rusia di Tajikistan tersebut bisa digunakan militer Afghanistan untuk bertahan dan berlindung dulu dari serangan kelompok pemberontak Taliban.

    "Kami terus memantau apa yang terjadi di Afghanistan di mana situasinya cenderung memburuk, apalagi dengan Amerika serta NATO terburu-buru menarik pasukkannya," ujar Lavrov di tengah kunjungannya ke Laos, Rabu, 7 Juli 2021.

    Diberitakan sebelumnya, serangan Taliban ke distrik-distrik Afghanistan kian agresif beberapa pekan terakhir. Hal itu menyusul hampir rampungnya penarikan pasukan Militer Amerika dari Afghanistan. Taliban memandang hal itu sebagai kesempatan untuk mengambil alih distrik-distrik strategis.

    Pria bersenjata berjalan menuju pos pemeriksaan saat bersiap-siap menghadapi militan Taliban di Distrik Ghorband, Provinsi Parwan, Afghanistan, 29 Juni 2021. Presiden AS Joe Biden dan NATO mengatakan pada pertengahan April mereka akan menarik sekitar 10.000 tentara asing yang masih berada di Afghanistan pada 11 September. REUTERS/Omar Sobhani

    Per Selasa kemarin, kelompok Taliban sudah menguasai kurang lebih 30 persen dari total 421 distrik di Afghanistan. Distrik terakhir yang mereka ambil alih berada di provinsi Badakhshan. Serangan di provinsi tersebut berhasil memukul ratusan tentara Afghanistan yang kemudian kabur ke Tajikistan yang tak jauh dari Badakhshan.

    Lavrov berkata, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menghubungi Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon soal memberi bantuan ke pasukan Afganistan, termasuk penggunaan pangkalan. Harapannya, proses pemindahan tentara ke pangkalan bisa berlangsung cepat. Putin, kata Lavrov, juga menjanjikan bantuan-bantuan lain untuk tentara Afghanistan di Tajikistan.

    "Kami akan melakukan apapun yang kami bisa, termasuk memanfaatkan kapabilitas pangkalan militer Rusia di Tajikistan, untuk mencegah aksi agresif yang lebih buruk terhadap sekutu kami," ujar Lavrov.

    Terakhir, Sergei Lavrov tak lupa menyindir Amerika soal situasi di Afghanistan. Ia berkata, Militer Amerika gagal menunjukkan pencapaian yang signifikan meski sudah bertugas di Afghanistan selama bertahun-tahun. Adpaun Lavrov tidak menyebutkan secara spesifik apa tujuan Rusia hendak menempatkan pasukan di Afghanistan. 

    Baca juga: Taliban Duduki 30 Persen Wilayah, Afghanistan Siapkan Serangan Balasan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.